Press Release : Sleman Menuju Destinasi Wisata Kuliner Dan Belanja Terkemuka

0
63

Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang selain menawarkan pemandangan yang memukau, suasana hangat dan bersahabat, serta budaya adiluhung yang selalu menyertai kehidupan masyarakatnya. Selain itu, banyak pula terdapat destinasi belanja maupun kuliner yang tersebar dari sisi utara dan selatan, serta dari sisi timur dan barat Kabupaten Sleman. Tongseng opyok dan jadah tempe di Kaliurang, ingkung bebek di Ngino, ayam goreng Kalasan, dan belut goreng Godean merupakan beberapa contoh kuliner khas yang ada dan dapat ditemui di Kabupaten Sleman. Pasar tradisional seperti Pasar Prambanan, Pasar Godean dan Pasar Srowolan merupakan beberapa pasar tradisional yang menjadi daya tarik wisata belanja di Kabupaten Sleman, selain keberadaan 4 dari total 8 mall yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya untuk terus mengembangkan potensi wisata kuliner dan belanja yang ada di Kabupaten Sleman terus dilakukan.

Salah satu upaya nyata terkait hal tersebut adalah melalui penandatanganan Memorandum of Understanding antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia terkait percepatan pengembangan wisata kuliner dan belanja. Penandatanganan MoU ini dilakukan pada hari Jum’at, 15 Desember 2017 yang lalu di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Dalam penandatangan MoU ini, pemerintah Kabupaten Sleman diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi, SH, MH sementara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, Drs. Lokot Ahmad Enda, MM.

Dalam sambutannya, Lokot menyampaikan bahwa Kabupaten memiliki potensi wisata kuliner dan belanja yang belum dikembangkan secara optimal. Pengembangan ini perlu segera dilaksanakan, sehingga peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman selama ini semakin membawa dampak langsung bagi masyarakat, utamanya yang bergerak di sektor kuliner dan belanja. Pengembangan potensi wisata kuliner dan belanja ini akan dilakukan bersama dengan pembagian peran yang jelas, dimana peran pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian pariwisata adalah memberikan dukungan promosi dan publikasi terkait potensi yang ada.

Lokot juga menggarisbawahi bahwa MoU yang ditandatangani merupakan pengikat komitmen daerah dalam pengembangan wisata, utamanya wisata kuliner dan belanja. Melalui MoU ini, daerah selanjutnya diharapkan menindaklanjutinya melalui kebijakan anggaran dan teknis lainnya sehingga ada kesamaan langkah dengan kebijakan anggaran pemerintah pusat, utamanya di sektor pariwisata. Ditegaskan kembali bahwa sektor pariwisata menjadi prioritas ke-2 pembangunan nasional pada tahun 2018. Artinya, peran sektor pariwisata dalam pembangunan nasional menjadi semakin diperhitungkan.

Konsekuensi lanjutan dari penandatanganan MoU ini adalah bahwa pemerintah Kabupaten Sleman diharapkan mulai melakukan penataan dan pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja dengan lebih optimal di segala aspek pendukungnya, termasuk atraksi terkait, dan kualitas sumberdaya manusia pendukungnya. Dalam sambutan balasannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi, SH, MH menyampaikan bahwa sebagai respon kesiapan Sleman yang ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner dan belanja, dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Kesehatan dan dinas terkait lainnya diharapkan segera menyusun langkah-langkah strategis dan teknis yang diperlukan. 

Menindaklanjuti arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si menyampaikan bahwa upaya pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja di Kabupaten Sleman terus dilaksanakan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Festival Desa Wisata yang puncak acaranya telah dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2017 yang lalu bertempat di Tlogo Putri, Kaliurang. Kegiatan puncak Festival Desa Wisata di Tlogo Putri ini menampilkan beberapa kuliner khas dan barang kerajinan yang ditawarkan oleh desa wisata yang tersebar di Kabupaten Sleman. Kekayaan kuliner yang ada di desa wisata inilah yang nantinya akan dikembangkan secara lebih terarah dan terpadu, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata, yang pada akhirnya nanti akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, Sudarningsih menyampaikan bahwa upaya percepatan pengembangan wisata kuliner dan belanja di Kabupaten Sleman akan terus diupayakan dengan koordinasi antar OPD terkait. Beberapa event terkait telah disiapkan guna mendukung tindak lanjut penandatangan MoU ini, seperti Festival Kuliner Kaliurang pada tahun 2018 dan beberapa festival/kegiatan lainnya.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar