Penguatan Sinergi Pariwisata, Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

0
329

Kabupaten Sleman memiliki potensi pariwisata yang terus berkembang dan menuju ke arah yang positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman selama 5 tahun terakhir. Data menunjukkan sebanyak 7,2 juta wisatawan berkunjung ke Kabupaten Sleman pada tahun 2017 yang lalu. Upaya untuk terus mengembangkan potensi pariwisata dan meningkatkan jumlah kunjungan ke destinasi di Kabupaten Sleman terus dilakukan. Antara lain melalui penguatan sinergi antara seluruh stakeholder pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman.

Peluncuran branding Sleman, The Living Culture, Part of Jogja beberapa waktu yang lalu memberikan semangat baru dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Sleman. Pengembangan pariwisata di Kabupaten Sleman diarahkan pada pengembangan atraksi wisata yang mampu menyuguhkan jati diri Sleman sebagai daerah dengan nilai budaya dan tradisi yang dijaga dengan baik dan berkelanjutan. Upaya ini terus dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersama dengan stakeholder pariwisata yang lain.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Sleman adalah partisipasi Dinas Pariwisata Sleman dalam ajang Majapahit Travel Fair ke-19 di Grand City Surabaya Mall & Convex pada tanggal 12-15 April 2018 yang lalu. Bersama dengan Ikatan Dimas Diajeng Sleman, Forkom Desa Wisata, Museum Gunungapi Merapi, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, perwakilan hotel dan biro perjalanan wisata. Dalam kesempatan ini selain membuka booth pameran, Dinas Pariwisata juga mengikuti table top, talkshow daya tarik wisata di Kabupaten Sleman, dan talkshow pariwisata Kabupaten Sleman. Rangkaian kegiatan dalam MTF ini diyakini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 ini. Keyakinan ini didukung dengan dipadatinya booth Dinas Pariwisata Sleman selama periode pameran, dan meningkatnya transaksi yang didapat dalam pelaksanaan table top

Selain upaya promosi pariwisata di luar daerah melalui MTF, upaya promosi destinasi wisata utamanya destinasi baru  juga dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Pada tanggal 19 April 2018, bersama dengan beberapa pewarta media, Bagian Humas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, dilakukan famtrip mengunjungi warung kopi Merapi Pak Sumijo di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan. Kopi Merapi digadang untuk mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2018 dalam kategori minuman tradisional terpopuler. Dalam kunjungan ini, Bapak Sumijo selaku pemilik warung kopi Merapi menyampaikan bahwa setidaknya 10.000 orang mengunjungi warung kopinya untuk menikmati sajian kopi asli Merapi ini. Disampaikan setidaknya sampai saat ini terdapat 150 ha lahan yang ditanami kopi di lereng Merapi. Jumlah ini berkurang sebagai akibat erupsi Gunung Merapi pada 2010 yang lalu. Adapun jenis kopi yang ditanam adalah Kopi Arabica dan Kopi Robusta. Selain mengunjungi warung kopi, pewarta media juga diajak mengunjungi area yang ditanami kopi. Disampaikan bahwa pada bulan Mei mendatang, tanaman kopi yang ada di lereng Merapi akan mulai memasuki masa panen, sampai dengan bulan Oktober mendatang. Selepas mengunjungi kopi Merapi, pewarta media diajak untuk menikmati tongseng kopyok di Tlogoputri, Kaliurang. Tongseng kopyok adalah sajian daging kelinci dimana daging kelincinya tidak dicampur melainkan ditusuk layaknya sate. Tongseng kopyok ini pun digadang oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman untuk dapat menjadi salah satu nominasi dalam kategori makanan tradisional di ajang Anugerah Pesona Indonesia 2018. Promosi kopi Merapi dan tongseng kopyok ini merupakan langkah nyata Dinas Pariwisata untuk menjadikan Sleman sebagai salah satu destinasi kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Promosi pariwisata tentunya tidak akan bermakna ketika kualitas destinasi yang ada tidak memadai. Peningkatan kualitas destinasi pariwisata yang ada tidak lepas dari meningkatnya kualitas destinasi itu sendiri dan kualitas sumberdaya manusia pengelola dan pendukung usaha pariwisata. Dalam upaya peningkatan destinasi pariwisata ini, pada tanggal 9-10 April 2018 yang lalu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman melakukan kunjungan ke Dinas Pariwisata Kota Denpasar untuk berbagi ilmu dan pengalaman terkait pengelolaan destinasi wisata. Kunjungan ini tidak lepas dari keterlibatan Kabupaten Sleman dalam Sustainable Tourism Development bersama dengan Universitas Gadjah Mada.Dari kunjungan ke Dinas Pariwisata Kota Denpasar, banyak informasi yang dapat diperoleh untuk mengembangkan destinasi pariwisata di Kabupaten Sleman, utamanya dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Sleman.

Selanjutnya, untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pendukung usaha pariwisata di Kabupaten Sleman, bertempat di Embung Kaliaji, Desa Wisata Sangurejo, Wonokerto, Turi dilaksanakan Perkemahan Bakti Saka Pariwisata Cabang Sleman mulai tanggal 19-21 April 2018. Acara yang dibukaoleh Ibu Wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes. ini diikuti oleh sekitar 159 anggota pramuka di Kabupaten Sleman. Acara pertika ini meliputi beberapa kegiatan seperti pemberikan materi dan praktek jurnalistik, bincang desa wisata, materi pengenalan krida, makteri utama saka pariwisata, pentas seni , nonton bareng, berbagai lomba dan launching taman bermain di Desa Wisata Sangurejo. Dalam sambutan pembukaannya, Ibu Wakil Bupati mengharapkan agar Saka Pariwisata dapat berperan lebih aktif dalam mensukseskan pariwisata di Kabupaten Sleman melalui berbagai inovasi kegiatan yang nyata dalam rangka menjaga nilai budaya dan seni tradisi yang sesuai dengan dinamika perkembangan zaman dan norma yang berkembang di masyarakat.

Rangkaian kegiatan diatas, pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 ini. Maju terus pariwisata Sleman.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of