Perjalanan Branding Pariwisata Indonesia

0
503

Perjalanan Branding Pariwisata Indonesia

Branding Pariwisata Indonesia yaitu Wonderful Indonesia telah menorehkan beragam prestasi di kancah internasional yang sekaligus membantu mempromosikan pariwisata Indonesia. Salah satu prestasi yang pernah dicapai yaitu video promosi wisata terbaik Asia Timur dan Asia Pasifik dalam UNWTO Video Competition 2017  Jumlah wisatawan mancanegara juga terus meningkat berkat branding Wonderful Indonesia. Pencapaian-pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan branding Wonderful Indonesia. Seperti apa perjalanan branding pariwisata Indonesia dari masa ke masa?

  1. Sebelum Wonderful Indonesia

Sejarah branding pariwisata Indonesia dimulai pada tahun 1991 yaitu dengan tajuk “Visit Indonesia Year (VIY)”. Branding ini adalah tindakan setelah ditetapkannya Undang-undang Pariwisata No. 9 tahun 1990 (https://tourisminframe.wordpress.com/2017/09/12/sejarah-dan-perkembangan-tackline-pariwisata-indonesia-hingga-menjadi-wonderful-indonesia/). Setelah berlangsung dari tahun 1991 hingga 2000, Visit Indonesia Year baru diadakan kembali pada 2008 bertepatan dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia dan berlanjut di tahun 2009 sampai 2010. Sejak dimulai pada tahun 1991 sampai dengan 2000, terdapat tema untuk masing-masing tahun, antara lain:

  1. 1993 – Tahun Lingkungan Hidup
  2. 1994 – Tahun Peran Wanita dalam Pembangunan, Pemuda dan Olahraga
  3. 1995 – 50 Tahun Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia (Ulang tahun Emas)
  4. 1996 – Tahun Bahari dan Dirgantara
  5. 1997 – Tahun Telekomunikasi
  6. 1998 – Tahun Seni dan Budaya
  7. 1999 – Tahun Kriya dan Rekayasa
  8. 2000 – Tahun Pemanfaatan Teknologi untuk Peningkatan Kualitas Hidup

Tema tahun 2008 yaitu ‘Merayakan 100 Tahun Kebangkitan Nasional’ sekaligus diperkenalkan logo berbentuk Garuda berwarna-warni, logo ini digunakan selanjutnya pada 2009-2010 tapi tidak ada tema khusus pertahun. (https://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Kunjungan_Indonesia)

  1. Perubahan ke Wonderful Indonesia

Wonderful atau Pesona Indonesia merupakan branding yang mencerminkan apa yang dijual dan ditawarkan oleh pariwisata kita. Branding tersebut adalah janji pariwisata Indonesa kepada dunia. Kata ‘Wonderful’ atau ‘Pesona’ mengandung janji bahwa Indonesia kaya dengan ketakjuban mulai dari manusia hingga alamnya yang menjanjikan pengalaman baru yang menyenangkan. Indonesia percaya bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik ketika semua orang memiliki kesempatan untuk menikmati ‘World of Wonderful’. Brand kita dipresentasikan oleh dua alternatif wordmark, ‘Pesona Indonesia’ dan ‘Wonderful Indonesia’. ‘Pesona Indonesia’ digunakan pada media domestik yang ditujukan kepada audiens domestik, sedangkan ‘Wonderful Indonesia’ digunakan pada media internasional yang ditujukan kepada audiens internasional. Wonderful dan Pesona Indonesia memiliki logo yang sama. Perbedaan logo hanya terletak pada wordmark saja. Burung sebagai maskot utama dalam branding ini melambangkan hidup damai antar sesama. Burung juga satwa dengan populasi terbesar d Indonesia dan menjadi lambang negara. Rentangan sayap berarti keterbukaan, hasrat untuk terbang jauh, melinas batas. Terdapat 3 fokus besar dalam branding Wonderful Indonesia, yaitu Cultural, Nature, dan Manmade. Ketiga fokus besar tersebut berdasarkan survei motivasi wisatawan mancanegara mengunjungi Indonesia. Membangun brand Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia adalah prioriitas nomor satu Kemenpar. Untuk itu anggaran terbesar Kemenpar adalah untuk promosi baik berupa branding, advertising, maupun selling (BAS).

 

  1. Perkembangan Country Branding Wonderful Indonesia sejak tahun 2011 – 2017

2011:

  • 17-18 Januari 2011: launching country branding Wonderful Indonesia di Forum International Menteri Pariwisata ASEAN di Kamboja oleh Jero Wacik.
  • 29 Desember 2011: kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif mengadakan malam apresiasi Wondeful Indonesia dengan tujuan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang terlibat dan berjasa pada pariwisata di Indonesia.

2012:

  • 8 November: Mengikuti World Tourism Market di London untuk meningatkan pengunjung dari London ke Indonesia dan pemasangan Logo Wonderful Indonesia di taksi yang ada di London.
  • Indonesian Fasihon Week berdiri pada tahun 2012 yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan desainer, budaya lokal dan meningkatkan kunjungan
  • 20 Desember 2012 : Peluncuran laman resmi untuk promosi pariwisata Indonesia yaitu indonesia.travel

 

2013  :

  • 1-2 Januari 2013: Indonesia mengikuti pawai kendaraan terbesar di Dunia yaitu Tournament of Roses dengan tema Wonderful Indonesia di Pasadena, Amerika Serikat setelah 16 tahun absen tidak ikut.
  • Maret 2013: Indonesia bergabung menjadi mitra resmi ITB (Internationale Tourismus-Börse Berlin) di Berlin, Jerman.
  • Pada  Konser   Keajaiban   Indonesia (The Real Wonder of The World / WOW  Concert)  2013, Kemenparekraf berkerjasama dengan Marketeers, sebuah lembaga swasta di bidang pemasaran dalam rangka mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam Wonderful Indonesia, khususnya Pulau Rote, Nusa     Tenggara    Timur    sebagai destinasi   the  real   wonder   of   the world.

2014 :

  • Indonesia kembali mengikuti Tournament Of Roses di Amerika.
  • Kementerian pariwisata meluncurkan country branding Pesona Indonesia untuk mempromosikan pariwisata di dalam Indonesia.

2015:

  • Film pendek untuk promosi wisata yang di buat oleh Kemenpar memenangkan 2 kategori di ajang International Tourism Film Festival di Bulgaria yaitu kategori Culture and heritage dan sport and adventure.
  • Saat menjadi tuan rumah KAA, Wonderful Indonesia mempromosikan wisata pada side event acara tersebut.
  • 19 juni 2015: Kemenpar mempromosikan Wonderful Indonesia pada forum yang diselenggarakan China National Tourism Administration (CNTA) dan United Nation World Tourism Organization (UNWTO).
  • Berbagai promosi lainnya yang dilakukan oleh Kemenpar di India, Singapura.
  • Penyelenggaraan The Wonderful Indonesia Festival di
  • Pada tanggal 2 – 5 November 2015 Indonesia mengikuti World Trade Market di London.
  • Melakukan kerjasama dengan Google pada tanggal 28 Desember 2015 untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia.

2016:

  • Pada saat Piala Eropa logo Wonderful Indonesia menghiasi bus-bus di kota Paris.
  • Logo Wonderful Indonesia menghiasi Time Square New York City.
  • Logo Wonderful Indonesia pada taksi -taksi di London, CNN, dan National Geographic .

2017:

  • Co-branding dengan 21 artis yang memiliki bisnis kuliner di berbagai daerah di Indonesia.
  • Adanya sub-branding maisng-masing 10 destinasi prioritas saat ini.
  • Adanya pameran dalam rangka launching sub – branding 10 destinasi prioritas.

 

Pencapaian :

  1. Semakin bertambahnya wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung di objek wisata di Indonesia awalnya 2011 sebanyak 7,6 juta, saat ini pada tahun 2017 menjadi 14,04 juta pengunjung.
  2. Pada tanggal 16 Oktober 2015 Kementerian Pariwisata Arief Yahya mengumumkan bahwa country branding Wonderful Indonesia memasuki ranking ke 47 naik 97 peringkat dari sebelumnya, mengalahkan Thailand dan Malaysia

Kekurangan: Branding “Wonderful Indonesia” tidak terlalu menekankan enviromental sustainability sehingga pariwisata di Indonesia dianggap tidak peduli dengan kelestarian alam.

Hambatan: Hambatan dalam branding “Wonderful Indonesia” adalah regulasi pemerintah. Sampai sekarang ada 42.000 regulasi yang menyulitkan pengembangan pariwisata termasuk dalam melakukan branding.

 

  1. Kegiatan Sekarang

Salah satu strategi yang dilakukan Kemenpar dan para stakeholder pariwisata dalam rangka menuntaskan target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2018 adalah dengan memperkenalkan Visit Indonesia Wonderful Indonesia (ViWI) 2018. Adanya dua agenda besar yakni pagelaran Asian Games 2018 yang dipusatkan di Jakarta dan Palembang serta Annual Meeting IMF-World Bank di Bali diharapkan dapat dijadikan momentum untuk mendulang wisman ke Indonesia. Program ViWI18 sendiri ditargetkan akan mendatangkan 15% dari target 17 juta tersebut, yakni 2,5 juta wisman.

Pemerintah sudah menetapkan 18 destinasi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan seperti: sarana dan prasarana penunjang hotel seperti hotel, restoran, destinasi yang menarik, aksebilitas, hingga faktor keamanan wisatawan. Destinasi tersebut yaitu: Danau Toba, Kepri, Padang, Belitung, Palembang, Jakarta, Bandung, Joglosemar, Surabaya-Bromo Tengger Semeru, Jember-Banyuwangi, Bali, Lombok, Balikpapan, Makassar, Manado-Bunaken, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Raja Ampat. Jumlah ini bisa bertambah apabila destinasi telah siap.

Ada 3 jenis program yang ditawarkan melalui ViWI 2018 yaitu: Hot Deals (Paket yang ditawarkan saat low season, dengan paket bundling yang memiliki komponen transportasi di sektor domestik), Colors of Indonesia (Paket yang berlaku untuk event saat low season), dan Digital Destination (Destinasi pariwisata secara kreatif dan instagramable dengan menampilkan objek gambar untuk memberikan feeds di media sosial).

Yang pertama adalah Hot Deals, yang sering disebut more for less tourism, dilaksanakan untuk mengoptimalkan excess capacity melalui digitalisasi. Wilayah ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea, Australia, Eropa, Timur Tengah-Arab, dan South Asia (India dan Srilanka), menjadi target pasar utama ViWI 2018. Paket ini dijual saat low season dengan melakukan paket bundling yang memiliki komponen transportasi. Kemenpar sudah melakukan sebelumnya melalui event Promosi Wonderful Indonesia terpadu crossborder di Batam kerjasama bundling dengan operator ferry. Paket bundling ini bisa mengurangi harga hingga 70%. Dari komponen-komponen 3A kita membuat paket-paket yang akan dipromosikan secara BAS (branding, advertising, selling).

Paket kedua adalah Colors of Indonesia, memanfaatkan Calendar of Events (CoE) yang telah dikurasi. Paket ini berlaku untuk event-event yang digelar saat low season, bundling dengan komponen tiket event. Ada 3 jenis event yang bisa dimanfaatkan yaitu Wonderful/Premiere events, Cultural/Promising Events, dan Almanak/Potential Events. Event ini tersebar di seluruh Indonesia dan berpotensi dikembangkan menjadi event prioritas di tiap provinsi.

Paket ketiga adalah Digital Destination. Paket ini berlaku sepanjang tahun dengan mengoptimalkan experience-based product. Saat ini salah satu hal yang dicari wisatawan saat melakukan perjalanan adalah pengalaman baru untuk dibagikan.  Destinasi Digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now). Destinasi dikelola sedemikian rupa supaya menarik untuk dijadikan objek berfoto (instagramable), melihat tingkat ‘ingin eksis’ anak muda yang tinggi.  Saat ini telah dikembangkan 7 destinasi digital yang dikelola oleh GenPI yaitu Pasar Karetan (Semarang), Pasar Pancingan (Lombok), Pasar Siti Nurbaya (Padang), Pasar Kaki Langit (Jogja), Pasar Mangrove (Batam), Pasar Tahura (Lampung) dan Pasar Baba Boen Tjit (Palembang).

 

  1. Rencana Ke Depan

Kemenpar berharap di tahun 2018 ini Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia semakin ‘merakyat’. WI/PI harus menjadi brand milik masyarakat atau “People’s Brand”, masyarakat Indonesia merasa memilik, mencintai dan bangga terhadap brand tersebut. Pak Arief Yahya, Menteri Pariwisata Indonesia, meyakini bahwa jika masyarakat memiliki rasa kepemilikian dan kebanggaan terhadap branding Wonderful Indonesia, mereka akan terdorong untuk memajukan dan mempromosikan pariwisata Indonesia.

 

 

Referensi

Anonim. Tanpa tahun. Tahun Kunjungan Indonesia. Dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Kunjungan_Indonesia diakses pada 26 Maret 2018 jam 14.40 WIB

Anonim. 2017. Sejarah dan Perkembangan Tackline Pariwisata hingga Menjadi Wonderful Indonesia. Dalam https://tourisminframe.wordpress.com/2017/09/12/sejarah-dan-perkembangan-tackline-pariwisata-indonesia-hingga-menjadi-wonderful-indonesia/ diakses pada 26 Maret 2018 jam 14.00 WIB

Idriasih, Gusti. 2016.  DIPLOMASI INDONESIA MELALUI KAMPANYE WONDERFUL INDONESIA DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL TAHUN 2011 – 2015. JOM FISIP, Vol.3, 1-15.

Yahya, Arief. 2018. “CEO Message #43 FRIENDS OF WONDERFUL INDONESIA”. dalam http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=193&id=3994 diakses pada 27 maret 2018 jam 11:24 WIB

Yahya, Arief. 2017. Siaran Pers Launching 10 Destinasi dengan Branding Baru dan Pameran A New Chapter of WI. Dalam http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=3612 diakses pada27 Maret 2018 jam 11:29 WIB

Yahya, Arief. 2017. CEO Message #38 Co-Branding Artis. Dalam http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=193&id=3815 diakses pada 27 maret 2018 jam 11:32 WIB

 

Penyusun:

Stephanie Gracia Suryani

Irma Khairunnisa

Afifah Ulfa

Jonathan Nikijuluw

 

Divisi Penelitian dan Pengembangan

Himapa (Himpunan Mahasiswa Pariwisata)

Universitas Gadjah Mada-

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of