Surveilance, Mendorong Usaha Pariwisata Tersertifikasi dan Berdaya Saing

0
79
Sumber : smartuk.net/the-importance-of-hotel-star-ratings-for-the-independents.html

Kementerian Pariwisata mengeluarkan peraturan menteri nomor 18 tahun 2016 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Salah satu konsekuensi dengan diterbitkannya peraturan menteri tersebut adalah usaha – usaha pariwisata harus tersertifikasi dalam waktu dua tahun sehabis dikeluarkannya peraturan tersebut.

Sebagai respon atas dikeluarkannya peraturan menteri tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten melaksanakan kegiatan surveilance. Usaha – usaha pariwisata yang menjadi fokus kegiatan surveilance tahun ini adalah hotel, restoran/rumah makan, spa, biro perjalanan wisata dan karaoke. Kegiatan surveilance ini bekerja sama dengan LSU yang memiliki kewenangan melakukan sertifikasi. Pada bulan September 2018 ini, usaha pariwisata yang menjadi sasaran kegiatan surveilance adalah Anjani spa (3 s.d. 5 September 2018) dan Total Nusa Tour and Travel (12 s.d. 14 September 2018).

Nyoman Rai Savitri, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata, mengutarakan bahwa kegiatan Surveilance adalah tahapan pra-sertifikasi dengan tujuan usaha – usaha pariwisata lebih siap ketika menghadapi sertifikasi. Hal ini dilakukan karena masih sangat sedikit usaha pariwisata di Sleman yang tersertifikasi. Pada kegiatan surveilance ini akan dicari kesesuaian antara kondisi di usaha pariwisata tersebut dengan peraturan (standar) yang telah ditetapkan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, usaha pariwisata tersebut diminta untuk memperbaikinya dalam jangka waktu tertentu sebelum tahapan sertifikasi. Jika usaha pariwisata yang menjalani survailance ingin mendapatkan (melanjutkan ke) sertifikasi, usaha pariwisata dapat meneruskan ke LSU dengan memperbaiki temuan dan melakukan perjanjian serta memenuhi biaya yang disepakati oleh LSU dan usaha pariwisata.

Berbagai manfaat akan didapatkan oleh usaha pariwisata yang melakukan sertifikasi. Usaha pariwisata yang tersertifikasi berarti akan memiliki nilai lebih, mulai dari sarana, sistem dan pelayanan, yang terstandar bukan hanya tingkat Indonesia namun juga tingkat dunia. Seperti hotel berbintang lima di seluruh dunia secara umum memiliki standar yang sama. Selain itu, usaha pariwisata juga lebih siap dalam menghadapi persaingan di era pasar terbuka mengingat sertifikasi adalah perwujudan dari standar. Para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, akan merasa lebih nyaman jika mengetahui bahwa pelayanan yang akan mereka terima telah memenuhi standar.

Dinas Pariwisata berharap kegiatan surveilance ini membuat usaha pariwisata yang melakukan sertifikasi semakin banyak. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini akhirnya diharapkan dapat menguatkan pariwisata di Sleman dan memberikan efek terhadap kesejahteraan masyarakat di Sleman.(*)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of