Desain Kreatif Karya Pemenang Lomba Fashion Design Sleman Crafstyle 2018

0
58
Desain Fashion Kreatif Para Pemenang Sleman Crafstyle 2018

World Craft Council (WCC), Dewan Kerajinan Dunia telah menobatkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada 18 Oktober 2014 yang lalu. Penobatan ini mengacu pada hasil penilaian yang menunjukkan bahwa Yogyakarta telah memenuhi 7 kriteria yang meliputi nilai historis, orisinalitas, regenerasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan, reputasi internasional dan persebaran yang luas.

Sebagai salah satu bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman pun tergerak untuk mulai meningkatkan nilai ekonomi dari motif batik yang dimilikinya (Parijotho). Terkait dengan hal tersebut dan masih dalam rangkaian Sleman Creative Art, Fashion and Lifestyle yang diselenggarakan selama bulan September 2018 yang lalu, pada Minggu, 30 September 2018 yang lalu, bertempat di Museum Gunungapi Merapi diselenggarakan penjurian final Lomba Design Fashion dengan tema Batik Sleman.

Lomba Design Fashion ini diikuti setidaknya 25 designer muda, dengan menampilkan total 59 design busana bertemakan Batik Sleman. Dari ke-59 design tersebut, terpilih 20 design yang terdiri dari 10 design untuk kategori umum (evening dress), dan 10 design untuk kategori junior (casual dress). Penilaian design dilakukan dengan melibatkan 3 juri yang kompeten, yang terdiri dari Ramadhani Kadir (designer), Nur Indah Widiastuti (Direktur Krafbina Yogyakarta), dan Esti Susilarti (BPPS). Hal-hal yang dinilai dalam lomba ini meliputi gambar design, penjelasan konsep design, dan kesesuaian dengan tema. Saat penjurian final dilaksanakan, finaslis menampilkan hasil rancangannya yang diperagakan oleh beberapa peragawan/peragawati di Kabupaten Sleman.

Mengacu hasil penilaian dari tim juri, Sarah Nurhayati dengan konsep design busana: South of Merapi menjadi pemenang pertama untuk kategori umum (evening dress). Busana ini terinspirasi dari Gunung Merapi yang saat aktif mengeluarkan magma pada malam hari. Eksotisme Merapi tergambar melalui warna merah dan hitam yang dominan dipakai di busana ini melatarbelakangi kain batik parijotho dan kain satin bridal yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi gaun dan busana pesta bagi pria dan wanita. Posisi kedua dan ketiga berturut-turut diperoleh Rangga Saputra dan Riskiyah.

Selanjutnya, Tara Loretta dengan konsep design busana: City Girl menjadi pemenang pertama untuk kategori junior (casual dress). Busana ini terinspirasi dari Kampung Jodipan (Malang), yang merupakan kampung bertingkat dengan aneka warna. Variasi warna yang ada pada batik abstrak pada kain satin dikombinasikan dengan batik parijotho dengan teknik cutting membentuk pakaian bercorak casual sporty dengan model pop art. Posisi kedua dan ketiga berturut-turut diperoleh Najmatussalamah dan Annisa Lathifah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih. M.Si, menyampaikan dunia fashion utamanya dengan menggunakan kain batik khas Sleman, parijotho, dapat dipergunakan untuk menarik kunjungan wisatawan ke Sleman. Melalui kreativitas designer muda yang ada, hasil design menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif. Kedepan, sinergi antara industri fashion dan pariwisata diharapkan dapat lebih erat, sehingga event-event fashion yang melibatkan designer muda di Kabupaten Sleman dapat menjadi salah satu alasan kedatangan wisatawan ke Kabupaten Sleman.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of