1016 Meter Stagen Terbentang di Kawasan Candi Banyunibo

0
67
Penyerahan Piagam MURI Kain Stagen Terpanjang

Untuk mengangkat kembali stagen di Kabupaten Sleman dan memperingati hari jadi Kabupaten Sleman ke-102, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) menyelenggarakan acara pencatatan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk stagen terpanjang di Indonesia dan dunia. Acara ini diselenggarakan pada hari Minggu 7 Okober 2018 di kompleks Candi Banyunibo Sleman.

Rekor stagen terpanjang dicatat oleh MURI sebagai rekor dengan nomor 8.666. Pada awalnya, panjang stagen yang didaftarkan ke MURI adalah sepanjang 1.001 meter. Namun, berdasarkan hasil pengukuran ulang yang dilakukan Museum Rekor Indonesia, ternyata stagen yang digunakan memiliki panjang 1.016 meter. Pada pelaksanaan acara ini,  stagen dibentangkan membentuk angka 102 dan dibawa oleh 110 santri Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Muhammadiyah Bokoharjo Prambanan. Acara juga dimeriahkan dengan aksi donor darah, aneka bazaar, pentas seni, dan tentu saja pengunjung dapat menikmati nasi telang yang merupakan jajanan khas kawasan Candi Banyunibo.

Stagen sepanjang 1.016 meter ini dibuat sendirian oleh Jumilah (50), warga Pingitan, Sumberarum, Moyudan, Sleman. Jumilah mengerjakan stagen ini dalam waktu satu setengah bulan dengan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

Jajang Sukendar mewakili BPPS menjelaskan bahwa acara ini dilaksanakan untuk menginformasikan bahwa stagen masih ada di Sleman. Bahkan stagen juga diminati oleh pasar mancanegara, terutama Timur Tengah. Jajang juga menjelaskan sebagian stagen akan disumbangkan ke masyarakat sekitar Candi Banyunibo dan sebagian yang lain akan dilelang yang hasilnya disumbangkan untuk korban musibah gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah.

Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSI, juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata dan BPPS atas terselenggaranya acara ini. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan jika pada masa lampau setiap keluarga memiliki setidaknya dua buah stagen. Namun seiring dengan perkembangan zaman, stagen mulai terpinggirkan karena masyarakat lebih menggunakan jeans, rok dan pakaian lainnya. Selanjutnya, berkat tangan-tangan inovatif UKM di Sleman bagian barat, stagen dapat diolah menjadi berbagai inovasi mulai dari tas, dompet, peci, syal dan sebagainya, sehingga stagen menjadi lebih mendunia. Bupati juga berharap acara pencatatan rekor ini mampu mengangkat produk olahan ATBM yang dikembangkan oleh UKM-UKM di Kabupaten Sleman.

Sebagai bagian dari acara pencatatan rekor stagen sepanjang 1001 meter ini, pada pagi harinya juga dilaksanakan cara slebor pit. Acara ini diikuti sekitar 200-an goweser dengan mengambil start dari Lava Bantal, dengan menempuh jarak kurang lebih 15 km. Para goweser melalui berbagai destinasi mulai dari Jambu Dalhari, sentra batik pewarna alam Karongan, Goa Jepang dan Candi Banyunibo.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si., dalam kesempatan berbeda mengharapkan kegiatan ini bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sleman dan sekaligus menjadikan Sleman sebagai salah satu pilihan belanja aksesoris terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua BPPS, Guntur Eka Prasetya, SH, M.Kn, menambahkan, pada masa mendatang, kerjasama Dinas Pariwisata dan BPPS akan lebih ditingkatkan sehingga diantara keduanya dapat menyajikan event luar biasa di destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman. Pada akhirnya semua potensi yang ada dapat dikembangkan secara optimal demi peningkatan kesejahteraan warga setempat.(*)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of