Jajal Jajanan Sleman 2019, Angkat Kearifan Lokal Masyarakat Sleman

0
193
Wakil Bupati Sleman membuka Jajal Jajanan Sleman 2019

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman kembali mengadakan event untuk para pecinta kuliner, Jajal Jajanan Sleman 2019. Event ini diadakan di Sleman City Hall 26 s.d. 28 April 2019. Sebanyak 25 kuliner legendaris Sleman turut ambil bagian dalam Jajal Jajanan Sleman 2019.

Aris Herbandang, S.IP., Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, mengatakan bahwa event ini adalah respon dari Dispar Sleman terhadap perkembangan dunia kuliner yang dinamis. Melalui event ini, Dispar berusaha mengenalkan berbagai kuliner legendaris di Sleman kepada generasi milenial dan masyarakat luas yang ingin bernostalgia dengan kuliner khas Sleman yang memiliki cerita tersendiri. Berbagai informasi terkait usaha kuliner di Jajal Jajanan Sleman dapat diakses oleh pengunjung dengan memindai QR code yang terpajang di stan peserta.

Selain itu, menurut Bandang, panggilan akrab Aris Herbandang, Jajal Jajanan Sleman juga dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti cooking competition, coffee competition dan tari punglor. Kompetisi memasak ini diikuti oleh chef-chef dari berbagai hotel, catering dan restoran di Kabupaten Sleman. Para chef ditantang untuk menciptakan menu masakan sehat dengan bahan dasar daun kelor dan terong. Daun Kelor dipilih dengan tujuan mengangkat kearifan lokal masyarakat dimana daun kelor dipercaya sebagai obat untuk diabetes dan asam urat.  Pada event ini juga diadakan kompetisi Tari Punglor. Tari khas Sleman yang diciptakan oleh Mila Rosinta ini diperlombakan pada hari pertama pelaksanaan Jajal Jajanan Sleman 2019. 

Event Jajal Jajanan Sleman ini dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, dr.Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, pada 26 April 2019 di Sleman City Hall. Pada acara pembukaan juga diberikan hadiah kepada pemenang lomba desa wisata yang diadakan oleh salah satu aplikasi ride sharing. Desa Wisata Sukunan (kategori tumbuh), Blue Lagoon (kategori berkembang) dan Tebing Breksi (kategori mandiri) terpilih sebagai pemenang untuk setiap kategorinya dan berhak mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 14.000.000,-. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan atraksi seni Tari Batik Sinom Parijotho, tari khas Sleman yang terilhami oleh kehidupan masyarakat lereng Merapi Sleman.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of