1 Juli 2020, Uji Coba Operasional Candi Prambanan dan Ratu Boko

165

PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT. TWC), BUMN selaku pengelola obyek wisata Candi Prambanan, Ratu Boko dan kesenian Sendratari Ramayana memberikan angin segar bagi para pecinta dunia pariwisata. Angin segar tersebut adalah dimulainya uji coba operasional Candi Prambanan dan Ratu Boko mulai 1 Juli 2020 nanti, setelah tiga bulan lamanya ditutup akibat pandemi covid-19.

Hal tersebut disampaikan dalam press conference yang diadakan di Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan pada Senin 29 Juni 2020. Press conference ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala BPCB DIY, Sekretaris Satgas Covid-19 DIY dan Direktur PamObVit Polda DIY. Pada press conference ini disampaikan bahwa uji coba yang dilakukan oleh PT TWC adalah uji coba operasional terbatas, yang dalam pelaksanaannya akan tetap dilakukan monitoring. Evaluasi terhadap pelaksanaan uji coba operasional juga akan dilakukan setelah uji coba operasional dilaksanakan selama 14 hari.

Uji coba operasional berlangsung selama 14 hari sejak 1 Juli 2020 dengan jam buka operasional mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00. Jumlah pengunjung pada masa uji coba dibatasi sebanyak 20% dari rata-rata kunjungan ke Candi Prambanan dan Ratu Boko yang sebanyak 1500 orang. Pembelian tiket onsite melalui loket dibatasi sebanyak 70% dan sisanya dilakukan secara daring.

Para Pengunjung juga harus memenuhi berbagai persyaratan untuk memasuki kompleks candi. Pengunjung dari luar daerah harus menunjukkan keterangan rapid test dengan hasil non-reaktif, sedangkan wisatawan mancanegara wajib menunjukkan keterangan tes swab dengan hasil negatif. Ibu hamil dan anak-anak juga diperbolehkan masuk selama yang bersangkutan memenuhi standar protokol kesehatan, yakni suhu badan di bawah 37,3 derajat Celsius. PT. TWC juga melarang pengunjung membawa makanan dari luar, kecuali makanan untuk konsumsi bayi, seperti ASI.

Pada kesempatan ini pula juga disampaikan Keputusan Gubernur terkait penetapan status tanggap darurat covid-19 di DIY yang diperpanjang sampai dengan 31 Juli 2020 oleh Sekretaris Satgas Covid-19 DIY. Perpanjangan ini dimaksudkan untuk lebih memastikan kesiapan aktivitas perekonomian, terutama sektor pariwisata dan sub sektor pendukungnya di DIY, ketika status tanggap darurat dicabut.

Jika Candi Prambanan dan Ratu Boko dibuka, bagaimana dengan obyek wisata yang lainnya? Untuk pembukaan destinasi wisata lain, seperti Tebing Breksi, Candi Ijo dan Candi Sambisari, perlu melihat kesiapan destinasi bersangkutan dan menunggu rekomendasi dari Tim Gugus Tugas COVID-19 DIY dan Kabupaten Sleman.(*)

Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments