Gerakan BISA, Hidupkan Sektor Pariwisata melalui Padat Karya

273
Pembukaan Gerakan BISA di Tlogoputri

Untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) di 13 destinasi wisata di Kabupaten Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo. Program ini memberikan insentif bagi pelaku destinasi wisata, dalam bentuk kegiatan padat karya. 

Opening ceremony kegiatan ini dipusatkan di Tlogoputri, Kaliurang Kabupaten Sleman pada Minggu, 19 Juli 2020 pukul 09.20 WIB yang diikuti juga oleh 12 destinasi wisata lainnya melalui fasilitas pertemuan video conference.

Dalam sambutan pembukaan acara ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemenparekraf menjadikan Tlogoputri sebagai tempat pelaksanaan pembukaan opening ceremony kegiatan ini. Selain itu, dilaporkan pula bahwa beberapa destinasi di Kabupaten Sleman telah melaksanakan program padat karya di destinasi wisata dari Dinas Pariwisata DIY, dan rencananya akan melanjutkan program padat karya tersebut di destinasi lain pada tahun anggaran mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, SH, M.Ed menyampaikan bahwa kegiatan ini serentak dilaksanakan di 13 destinasi wisata di DIY. Khusus di Kabupaten Sleman, kegiatan dilaksanakan di Tlogoputri, Grojogan Watupurbo, dan Bukit Klangon. Melalui BISA (yang merupakan bagian dari Sapta Pesona) ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung ke destinasi wisata di DIY.

Pelaksanaan Gerakan BISA di Bukit Klangon

Sementara itu Direktur Badan Otorita Borobudur, Ir. indah Juanita, MM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk menghidupkan perekonomian masyarakat utamanya di sektor pariwisata melalui kegiatan padat karya.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar, M.Sc mengatakan kurang lebih 600 masyarakat di destinasi wisata di DIY terlibat langsung ke dalam gerakan ini.

“Program BISA merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di destinasi wisata untuk menghadapi kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pascapandemi Covid-19,” katanya saat membuka program BISA. 

“Gerakan BISA ini dapat membantu menggerakan perekonomian masyarakat sekaligus mengantisipasi kondisi AKB dengan mempersiapkan destinasi wisata yang lebih baik yakni mengutamakan faktor health, hygiene, safety dan security yang baik,” katanya. (*)

Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments