Kunjungan Kerja Menparekraf dan Wamenparekraf di Sleman

43
Kunjungan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno ke Dewi Sambi

Jum’at 8 Oktober 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Desa Wisata Sambirejo (Dewi Sambi), Kapanewon Prambanan Sleman. Kunjungan ini dalam rangka roadshow Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dimana Dewi Sambi masuk dalam posisi 50 besar. Kunjungan ini didampingi oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono, M.M..

Dalam sambutannya, Menparekraf Sandiaga menginginkan destinasi wisata Tebing Breksi dijadikan sebagai warisan dunia, mengingat tebing breksi telah ditetapkan sebagai warisan geologi oleh pemerintah pusat. “Kita harus syukuri bahwa Tebing Breksi merupakan salah satu heritage yang terbentuk oleh erupsi yang terjadi 30 juta tahun lalu dan kini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat melalui pariwisata. Ini yang harus kita terus jaga, karena kita ingin tidak hanya menjadi warisan Indonesia tapi juga dikenal menjadi warisan dunia,” lanjut Sandiaga Salahuddin Uno.

Tebing Breksi adalah salah satu sumber perekonomian warga Kalurahan Sambirejo yang mulanya adalah bekas penambangan batu kapur. Namun sejak 2014 aktivitas tersebut dihentikan sejak ditemukannya bebatuan langka di Kawasan Tebing Breksi. Sejak itu pula kawasan tersebut dialihkan sebagai destinasi wisata yang dikenal hingga seluruh Indonesia. Tebing-tebing hasil sisa penambangan dipahat dengan berbagai bentuk relief dan patung dari cerita pewayangan. Tebing Breksi sendiri mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hampir seratus juta rupiah per tahun untuk Kalurahan Sambirejo.

Kunjungan Wamenparekraf Sandiaga Salahuddin Uno ke Agradaya

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, pada 9 Oktober 2021 melakukan kunjungan kerja di Agradaya di Kalurahan Sendangrejo Kapanewon Minggir Sleman. Kunjungan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo ini didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, dan Kepala Dinas Pariwisata Sleman. Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo meninjau usaha olahan rempah-rempah yang melibatkan para petani lokal yang diinisiasi oleh Agradaya.

Agradaya memfokuskan pada upaya pengembangan biofarmaka tanaman rempah-rempah seperti kunyit, jahe dan temulawak dengan menggandeng para petani lokal. Agradaya kemudian berekspansi menggunakan teknologi rumah surya dan edukasi pengolahan pascapanen beserta pemasaran produk.

Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments