Lokasi wisata Tebing Breksi di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman menjadi penghubung ke sejumlah tempat. Anda yang sudah ke sana, bisa mengembangkan agenda jelajah ke sejumlah tempat lain yang berdekatan. Akan menjadi pengalaman yang menarik. Berikut ini ulasan wartawan Harian Jogja, Mayang Nova Lestari.
Lokasi wisata Taman Tebing Breksi berdekatan dengan sejumlah objek wisata yang sayang jika dilewatkan. Taman Tebing Breksi atau yang biasa disebut Tebing Breksi, terbentuk oleh aktivitas penambangan warga terhadap bukit kapur yang dilakukan sejak 1980- an lalu. Seiring berjalannya waktu, aktivitas penambangan dihentikan setelah adanya pengkajian tentang Geowisata.
Untuk diketahui bahwa bukit kapur tersebut ternyata merupakan endapan abu vulkanik yang berasal dari Gunung Api Nglanggeran yang berlokasi di Gunungkidul, sehingga lokasi ini harus dilestarikan karena termasuk sebagai cagar alam Geowisata Gunung Sewu. Taman Tebing Breksi juga mempunyai nilai keilmuan yang sangat tinggi terutama di bidang Ilmu Geodesi.
Dengan adanya penghentian penambangan, menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat untuk beralih pekerjaan ke sektor wisata dengan menjadikan lokasi tersebut sebagai obyek wisata yang diberi nama Taman Tebing Breksi.
Taman Tebing Breksi menarik perhatian para wisatawan untuk dikunjungi karena keunikannya yang berbeda dibandingkan dengan objekobjek wisata lain di Jogja. Perkembangan pengelolaan sejak dibukanya tebing kapur ini sebagai objek wisata cukup pesat, dimulai dari adanya pahatan-pahatan kebudayaan khas DIY hingga dibangunnya tempat untuk penyelenggaran beragam event.
Keindahan yang dimiliki Taman Tebing Breksi ini dimanfaatkan oleh para pengunjung baik dari pengunjung masyarakat pada umumnya ataupun dari komunitas-komunitas hobi dan pegiat wisata, di antaranya komunitas fotografi , otomotif, unamed aerial vehicle (UAV)alias pesawat tanpa awak atau drone serta komunitas seni budaya. Mereka sering mengadakan event-event sehingga dapat menarik pengunjung untuk melihat dan menikmatinya.
Selain dari keindahan yang menjadi pesona Tebing Breksi, lokasi yang strategis menjadi keunggulan Tebing Breksi karena letaknya yang dekat dengan Candi Ijo dengan jarak kira-kira satu kilometer saja. Sehingga wisatawan dapat mengunjungi dua objek wisata sekaligus. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Aris Riyanta mengatakan, sejak 2015 lalu Taman tebing breksi telah ditetapkan sebagai Taman Heritage oleh Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral.
Geo-Heritage
Dengan apresiasi tersebut, pemerintah DIY berupaya untuk membuat sejumlah perencanaan pengembangan kawasan wisata Geo-Heritage tersebut.
“Nantinya akan ada yang menghubungkan Taman Tebing Breksi ini dengan sejumlah wisata di sekitarnya seperti Candi Barong, Candi Ijo, dan Candi Ratu Boko,” kata Aris kepada Harian Jogja, Rabu (3/5).
Dalam upaya pengembangan tersebut, masing-masing tempat wisata akan terintegrasi atau saling berkaitan satu sama lain. Lokasi parkir kendaraan wisatawan juga masuk menjadi salah satu poin yang akan dikembangkan.
Menurut Aris, nantinya akan dibangun sebuah lokasi parkir khusus yang menjadi titik awal berangkatnya wisatawan sekaligus menyiapkan moda atau angkutan yang khusus digunakan wisatawan untuk menuju sejumlah tempat wisata yang saling terhubung tersebut.
Pemandangan alam yang indah, masyarakat yang ramah dalam menerima wisatawan, serta pengembangan kuliner menjadi sejumlah pegangan bagi pemerintah DIY untuk menarik minat wisatawan.
Dalam upaya tersebut, selama ini pun Dispar DIY sudah mencoba mengadakan sejumlah event bergengsi di sejumlah tempat wisata di DIY. Misalnya event Jogja Air Show di Pantai Depok, Bantul, event Jogja Beach Run di sejumlah kawasan wisata pantai, juga penyelenggaraan Jogja Internasional Heritage Walk di Prambanan yang rencananya akan digelar November mendatang.
Dalam upaya pengembangan tersebut Aris cukup takjub dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sejauh ini. Pada 2016 lalu tercatat sebanyak 4,2 juta wisatawan domestik, 356.000 wisatawan mancanegara mengunjungi kawasan wisata di DIY.
Sebelumnya pada 2015 jumlah wisatawan Nusantara sebanyak 3,89 juta dan wisatawan asing 292.096.
Ia menargetkan, tahun ini peningkatan dapat terjadi dan sedikitnya 10%.
“Tentu dengan pengembangan ini pemerintah berharap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terkait produk maupun manajemen wisata, sehingga akan lebih banyak visitor lagi,” katanya. ([email protected])


