Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengikuti peninjauan lokasi dan pembahasan calon Geosite welded Vulkanik Rock Kaliadem pada Jumat 31 November 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Sleman bersama Pusat Studi Geoheritage dan Geopark (PSGG UPN Veteran Yogyakarta).Hadir pula Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Setda DIY. Peninjauan lokasi juga dihadiri Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, Panewu Cangkringan dan Lurah Kepuharjo Cangkringan. Kegiatan itu untuk mengenalkan letak Geopark Jogja yang ada di kawasan Kabupaten Sleman yaitu di Kepuharjo Cangkringan.
Peninjauan lapangan meliputi kawasan destinasi wisata bunker Kaliadem ke arah hulu Sungai Gendol. Kawasan bunker Kaliadem merupakan tempat materi vulkanik yang berasal dari erupsi Merapi tahun 2006 dan 2010. Bangker Kaliadem terletak 5 km dari puncak Merapi. Yang menjadi daya tarik tim Geopark Jogja ketika peninjauan lokasi adalah bahwa di sekitar bunker Kaliadem masih terdapat aliran piroklastik erupsi Merapi tahun 2010 yang sangat lengkap, dari puncak Merapi hingga melewati Hulu kali Gendol masih nampak jelas. Kekuatan atau energi ketika erupsi Merapi, material vulkanik berupa jenis batuan yang bisa dijadikan untuk objek penelitian edukasi tentang seberapa besar kekuatan erupsi Merapi tahun 2010. Aliran piroklastik sejauh 18 km di aliran Sungai Gendol dan lokasi di sekitar Kaliadem Cangkringan akan dijadikan tempat untuk konservasi dan edukaasi yang dilindungi.

Kunjungan dilanjutkan ke daerah Kepuharjo Cangkringan yaitu di destinasi wisata Sela Maruta. Di tempat ini terdapat berbagai bentuk batu raksasa yang sangat besar yang berasal dari erupsi Merapi 2010. Aliran itu berlanjut hingga ke arah Bakalan Cangkringan dan daerah Bronggang Argomulyo Cangkringan.
Ke depan, Geopark Jogja akan dijadikan tempat untuk konservasi, edukasi, dan peningkatan ekonomi masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk pelestarian keragaman geologi, hayati dan budaya. Geopark Jogja juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan Geowisata berkelanjutan yang tujuan utamanya adalah untuk kelestarian alam dan pemahaman yang mendalam tentang sejarah bumi dan menciptakan peluang ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang ada di Kabupaten Sleman. Lebih lanjut kepala pusat studi Geo Heritage dan Geopark UPN Veteran Yogyakarta Prasetya Hadi memaparkan bahwa Geopark Jogja diangkat sebagai salah satu potensi untuk diketahui sebagai bahan studi konservasi dan edukasi. Salah satunya adalah bahwa Gunung Merapi dengan aktivitas aktif sejak dahulu hingga sekarang memiliki peran yang penting dalam membentuk sumbu imajiner. Sebagai tindak lanjut peninjauan lokasi geosit Kaliadem bahwa perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak baik Kelurahan dan pemerintah dalam melindungi kawasan Kaliadem cangkringan atau sekitar bunker. Lurah kepuharjo Heri Suprapto menambahkan untuk mengembangkan kawasan Geopark Jogja yang ada di Kaliadem Cangkringan perlu adanya dukungan lintas sektor untuk membangun Geopark yang ada di Kaliadem Cangkringan.



