Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan pariwisata serta profesionalisme dalam memberikan layanan, khususnya pariwisata di Lereng Merapi, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan pembinaan kepada pengemudi jeep yang beroperasi di Lereng Merapi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Desember 2025 bertempat di di Joglo Athiyu Grogol Umbulharjo Cangkringan, diikuti oleh 43 pengemudi Jeep di Lereng Merapi yang tergabung dalam Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM). Pembinaan ini dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak , yaitu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Dinas Perhubungan, Polisi Pamong Praja , Polres Sleman, BNN Sleman, dan Kodim Sleman.
Materi pembinaan meliputi keselamatan berkendara di medan extreme, kepatuhan terhadap aturan lalulintas, kesiapsiagaan bencana, etika pelayanan, serta pemahaman destinasi dan kearifan lokal. Dalam sambutanya Kepala Dinas Pariwisata Sleman menyampaikan bahwa pengemudi jeep tidak hanya sebagai pengemudi tetapi juga duta wisata yang membawa baik Lereng Merapi. Sebagai garda terdepan pengemudi jeep harus bisa memberikan story telling terkait wisata di Lereng Merapi dan menjaga citra pariwisata di Lereng Merapi. Hal ini sangat penting agar aktivitas jeep Merapi tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan wisatawan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Pada sesi terakhir Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman mengadakan tes bebas narkoba kepada seluruh peserta pembinaan. Tes bebas narkoba bertujuan untuk menjamin keselamatan, kepatuhan hukum , dan mewujudkan profesionalisme pengemudi. Pengemudi yang bebas narkoba lebih mampu mengemudi dengan aman dan nyaman, terutama untuk jeep yang sering digunakan di medan berat atau wisata extreme. Pembinaan jeep wisata ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pariwisata di Lereng Merapi yang berkualitas dan berdaya saing.



