Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melaui Dinas Pariwisata menyatakan kesiapan setelah resmi lolos seleksi nasional tahap pertama dalam bidang subsektor film, animasi dan video untuk bergabung dalam seleksi nasional pengusulan nominasi tahap II anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Fasilitasi Infrastruktur, Deputi Bidang Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif. Salah satu tahapan untuk masuk dalam jejaring kota kreatif UNESCO adalah paparan 4 (empat) besar Kab/Kota finalis pada Rabu 2 September 2026 di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan. Pada Kesempatan tersebut, Tim Kabupaten dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Abu Bakar, S.Sos., M.Si dengan anggota perwakilan akademisi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan media yang merupakan bagian ekosistem ekosistem Kota Kreatif UNESCO.

Dalam mendorong ekosistem perfilman lokal naik kelas dan Go Nasional” Kabupaten Sleman resmi membentuk Komisi Film melalui Keputusan Bupati Sleman yang ditetapkan pada 24 Agustus 2026. Dalam keputusan tersebut, pembentukan komisi film juga dilandasi Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Pembentukan ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi perfilman daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif. Latar belakang pembentukan Kabupaten Sleman memiliki kekayaan lokasi syuting, warisan budaya, lingkungan alam, hingga komunitas kreatif yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber daya perfilman. “Berdasarkan pertimbangan tersebut, kami menilai perfilman memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat daya saing ekonomi Sleman,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar, S. Sos,. M.Si.
Dalam paparan seleksi nasional Tahap II pengusulan nominasi anggota UNESCO Pemerintah Kabupaten Sleman menyampaikan, bahwa langkah strategis yang sudah dilaksanakan adalah memfasilitasi 45 komunitas aktif, memiliki semua unsur yang dibutuhkan sebuah kota film seperti lokasi syuting kelas dunia dari Candi Prambanan, Gunung Merapi, hingga Desa Wisata dan 12 kampus dengan jurusan perfilman. Adapun beberapa lokasi film di Sleman yaitu Pluyon Kalikuning sebagai lokasi shooting film KKN Desa Penari, Candi Boko, untuk film Ada Apa Dengan Cinta. Tidak lepas juga dari dukungan Universitas Amikom, yang sukses dengan film animasi Battle Of Surabaya dan Ajisaka: The King and The Flower of Life yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.Film ini turut menggandeng 15 aktor Hollywood ternama diantaranya adalah Ryan Portter, Lucy Liu, Kevin Durant, dan actor lainya.
Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si, menyampaikan, “Lewat UCCN bidang film, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap rumah produksi dunia syuting ada di Sleman. Dengan modal budaya, alam, dan semangat kolaborasi, Sleman optimis dapat menyusul Bristol, Sydney, dan kota-kota film dunia lainnya di jejaring UNESCO. Mari kita bersama-sama menyalakan kamera untuk Sleman. Dari lereng Merapi, kita akan bercerita ke dunia. Sleman siap menjadi Kota Film UNESCO, langkah ini menjadi babak baru bagi Sleman untuk menjadikan perfilman sebagai lokomotif ekonomi kreatif dan diplomasi budaya”.



