Wujud Komitmen Menuju Kota Film Unesco Sleman Creative Weeks #6 2026 Siap Digelar

233

Sleman, 4 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata bekerja sama dengan pelaku seni budaya dan ekonomi kreatif, didukung oleh Dana Keistimewaan Yogyakarta, kembali akan menggelar Sleman Creative Weeks #6 (SCW) 2026 pada 27 September–11 Oktober 2026. Pada penyelenggaraan kali ini, SCW mengusung tema “Living Shared Culture”, Festival Menjadi Ruang Berbagi Pengalaman Lintas Generasi. SCW merupakan platform festival lintas disiplin di Kabupaten Sleman yang mengintegrasikan praktik seni, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kuratorial selama beberapa minggu. SCW diarahkan tidak hanya sebagai rangkaian kegiatan, tetapi sebagai ekosistem pendidikan publik, ruang kolaborasi lintas generasi, serta modal festival berkelanjutan berbasis seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Dalam rangka Sleman menuju jaringan kota film UNESCO di bulan kreatif ini, SCW juga menargetkan kurang lebih 50.000 pengunjung dan transaksi ratusan juta rupiah.

Sleman KiTe Festival, Berbagi Kreativitas di Bawah Satu Langit

Sleman Creative Weeks #6 menampilkan 4 rangkaian kegiatan menarik. Gelaran dibuka dengan Sleman KiTe Festival (SKF), yang merupakan ekshibisi dan kompetisi layang-layang tradisional, inovatif, dan 3D yang diselenggarakan pada 27 September 2026 di Pondok Pesantren Gus Muwafik, Sendangrejo, Minggir, Sleman, dengan mengusung tema “We Share One Sky”. SKF membawa pesan sederhana tetapi kuat. Berbagai macam layang-layang akan menghiasi langit. SKF disiapkan sebagai ruang perjumpaan masyarakat, komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, hingga generasi muda untuk merayakan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Bedog Art Festival, Merawat Rasa melalui Seni, Budaya, dan Alam

Selanjutnya, Bedog Art Festival (BAF) akan diselenggarakan pada 2–3 Oktober 2026 di Studio Banjarmili, Kradenan, Gamping, Sleman. BAF hadir dengan semangat baru dengan mengusung tema “(Nge)rawat Rasa”, sebuah perayaan seni pertunjukan yang memadukan seni ruang, budaya, dan alam di atas Sungai Bedog. Acara ini juga mengundang berbagai seniman yang akan menampilkan pertunjukan tari tradisional dan kontemporer. BAF juga akan membuka ruang sarana kegiatan pemutaran film, workshop, dan bazar UMKM sebagai wadah fasilitasi bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Festival Pesta Boneka, Merayakan Keberagaman dan Kolaborasi Internasional

Rangkaian gelaran lainnya adalah Festival Pesta Boneka (PB), yang merupakan festival teater boneka internasional dua tahunan yang diselenggarakan oleh Papermoon Puppet Theatre pada 6–11 Oktober 2026 di Ruang Pana Kampoeng Media, Jaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Kali ini, PB mengusung tema “Holding Hands”, yang artinya bergandengan tangan. Keberagaman Sleman tetap satu, yaitu terbuka, ramah, dan siap menjadi kota kreatif UNESCO. PB menampilkan pertunjukan teater boneka internasional, workshop, pemutaran film dan fundraising, puppet camp, serta program inklusif untuk disabilitas bersama seniman dari berbagai negara, di antaranya Australia, Cina, Korea, dan lain-lain. Kegiatan tersebut dikemas dengan acara menarik seperti memasak dan bermain dongeng untuk anak dan keluarga.

Synergy, Showcase Sleman Menuju Kota Film UNESCO

Selanjutnya adalah Synergy, yang merupakan ekshibisi dan kompetisi film di Kabupaten Sleman yang digagas, dirancang, dan diorganisasi oleh KDM Cinema (Perkumpulan Sinema Alternatif Indonesia) untuk melengkapi dan merealisasikan visi dan misi SCW. Kegiatan ini juga menjadi showcase Sleman sebagai calon kota film UNESCO. Adapun jadwal kegiatan adalah 15 September 2026 untuk pendaftaran peserta lomba film pendek, 27 September 2026 untuk Sleman Film Competition, 2 Oktober 2026 untuk Cinema Warga, 9 Oktober 2026 untuk Youth Screen, dan 10 Oktober 2026 untuk Mise en Screen.

Menguatkan Identitas Sleman melalui Seni, Budaya, dan Film

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irawati Palupi Dewi, menyampaikan, “Persiapan penyelenggaraan tahun ini, SCW 2026 hadir untuk menguatkan identitas Sleman menuju jaringan kota film sekaligus mendorong ekosistem ekonomi kreatif agar terus hidup dan berbagi. Kami berharap semangat Sleman menuju jaringan kota film UNESCO terus menyala. Melalui film dan budaya, Sleman tidak hanya bercerita, tetapi juga menghidupi masyarakat dan membuka jalan menuju “UNESCO Creative Cities Network”,” ujarnya.

Bagikan Artikel
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted