MATTA Fair, Mengarahkan Wisatawan Malaysia ke Sleman

511

Warga negara asal Malaysia mendominasi jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Sleman. Berdasarkan passenger arrival di Bandara Adisutjipto, pada tahun 2017 jumlah wisatawan dari Malaysia adalah sebanyak 65.237 wisatawan atau setara dengan 44,78% dari seluruh wisatawan mancanegara yang mendarat di Bandara Adisutjipto. Sampai dengan bulan Juni 2018, tercatat sebanyak 33.515 wisman asal Malaysia. Bila dibandingkan dengan data yang sama pada tahun 2017, terdapat peningkatan sebesar 15,12 persen dari 29.113 wisatawan.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Malaysia adalah pasar potensial bagi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Sleman. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dekat secara budaya. Tercatat 3 penerbangan langsung berjadwal dari dan ke Kuala Lumpur (Malaysia) setiap harinya, dengan harga tiket yang relatif terjangkau.

Upaya untuk mengenalkan dan mempromosikan potensi destinasi pariwisata ke Malaysia menjadi agenda penting untuk dilaksanakan. Pada tahun 2018 ini, dengan memanfaatkan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Badan Promosi Pariwisata Sleman berkesempatan untuk mengikuti MATTA Fair yang diselenggarakan di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur pada 7-9 September 2018 mendatang.

Dalam pameran pariwisata terbesar di Malaysia ini, terdapat setidaknya 1500 booth peserta yang mewakili travel agent dari Malaysia dan beberapa negara ASEAN, serta negara lain seperti Jepang, dan Korea. Diperkirakan ada lebih dari 100 ribuan orang yang akan berkunjung ke gelaran ini dengan besaran transaksi yang dibukukan tidak kurang dari 210 milyar RM atau setara dengan kurang lebih Rp 756 T (mengacu pada hasil MATTA Fair di bulan Maret 2018 yang lalu).

Bagi Sleman, MATTA Fair mempunyai nilai strategis utamanya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di Kabupaten Sleman. Hal ini tidak lepas dari upaya untuk mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia sebesar 20 juta kunjungan pada tahun 2019 mendatang. Eka Priastana Putra, SE, M.Si., Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman yang juga akan mendampingi BPPS dalam pelaksanaan MATTA Fair ini, menyampaikan bahwa kesempatan ini akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh Dinas Pariwisata Sleman untuk lebih mengenalkan Sleman ke calon wisatawan yang ada di Malaysia.

Pepatah ‘tak kenal, maka tak sayang’ diyakini menjadi penyebab meskipun banyak wisatawan asal Malaysia yang mendarat di Bandara Adisutjipto, namun hanya sedikit wisatawan yang menikmati suasana Sleman. Hal ini tidak lepas dari kurangnya informasi terkait obyek dan daya tarik pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman. Sleman, tidak hanya menawarkan wisata alam dan budaya yang ada. Namun demikian, Sleman juga memiliki destinasi wisata belanja dan kuliner yang telah melegenda. Selain itu, Sleman juga menawarkan potensi wisata olah raga dan leisure yang banyak diminati wisatawan Malaysia, lanjut Eka Priastana Putra.

Ajang pameran ini juga merupakan kesempatan bagi Sleman untuk mengenalkan berbagai produk UMKM dengan kualitas ekspor. Setelah pelaksanaan event ini, diharapkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Kabupaten Sleman meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas (pembelanjaan wisatawan).

Bagikan Artikel
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted