Pandemi Bukanlah Penghambat untuk Mengelola Desa Wisata

265
Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, menyampaikan sambutan dalam acara webinar Desa Wisata

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) kembali mengadakan webinar terkait Desa Wisata pada 20 Juni 2021. Webinar kali ini mengangkat tema “Holopis Kuntul Baris”. Tema ini terinspirasi dari suatu istilah dalam masyarakat jawa yang mengajak masyarakat untuk saling bergotong royong ketika mengerjakan sesuatu yang berat. Hadir via aplikasi zoom sebagai narasumber yakni Ngatijan dari Desa Ekowisata Pancoh, Sarwoto Dwi Admodjo dari Desa Wisata Bromonilan dan Agus Supriyo selaku Ketua DPD AELI DIY.

Acara webinar diawali oleh sambutan dari Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan jika desa wisata adalah potensi unggulan untuk memulihkan ekonomi karena desa wisata menawarkan produk wisata yang lain dari yang lain. Desa wisata mampu mengakselerasi titik-titik pertumbuhan ekonomi karena dikelola langsung oleh masyarakat dengan mengoptimalkan potensi yang ada. Pada akhir sambutannya, Bupati Sleman juga mengingatkan kepada segenap pengurus obyek wisata untuk mengoptimalkan dan menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan pandemi covid-19.

Turut mengisi sambutan secara daring pula Prof. Dr. Paripurna, S.H, M.Hum., LL.M selaku Ketua Bidang IV PP Kagama. Prof. Paripurna dalam pemaparannya menyampaikan jika desa wisata adalah adalah potensi yang sangat besar di Yogyakarta karena pembangunan tidak hanya dari aspek fisik tetapi juga aspek-aspek lainnya. Prof. Paripurna dalam sambutannya juga menelurkan gagasan wisata yang sadar akan protokol kesehatan. Gagasan ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang membutuhkan tempat lain yang menarik selain di rumah dan dijaga kesehatannya.

Selanjutnya, para narasumber dari Desa Wisata Bromonilan dan Desa Ekowisata Pancoh menyampaikan pemaparan terkait pengelolaan desa wisata. Baik Desa Ekowisata Pancoh dan Desa Wisata Bromonilan, pengembangan desa wisata sama-sama bertujuan untuk penyelamatan atau konservasi lingkungan yang rusak. Kedua perwakilan desa wisata tersebut sama-sama mengungkapkan bahwa pengembangan desa wisata mereka salah satunya tak lepas dari peran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Hadir sebagai narasumber terakhir adalah Agus Supriyo, ketua DPD AELI DIY. Agus berpandangan bahwasanya pandemi bukanlah penghambat yang tidak ada solusinya. Menurut Agus, pandemi bisa dijadikan inspirasi untuk mengelola desa wisata menjadi lebih baik. Kepemanduan misalnya pada masa sebelum pandemi hadir secara real-time dan berada di tempat. Di masa pandemi, kepemanduan bisa dihadirkan dalam media daring.(*)

Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments