Pengembangan Desa Wisata dan Sustainable Tourism Development

2885
Peserta Kegiatan FGD

Pariwisata merupakan sektor yang paling kecil menimbulkan kerusakan lingkungan, karena prinsip utama pembangunan pariwisata adalah sustainable atau berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga merupakan asset bagi pariwisata untuk mendatangkan wisatawan.

Pada saat ini, Sustainable Tourism Development menjadi tren dalam pengembangan pariwisata, yang didalamnya memasukkan 3 aspek yang dikenal sebagai 3P (People, Planet, dan Prosperity) sebagai dasar pengembangannya. Aspek people menjadi dasar utama dimana penyedia jasa harus memperhatikan keinginan dan kebutuhan wisatawan. Aspek planet berarti bagaimana cara/upaya dalam merawat dan menjaga obyek dan destinasi wisata, dan aspek prosperity terkait dengan nilai ekonomis obyek dan destinasi wisata dan dampaknya bagi masyarakat sekitar dimasa mendatang.

Komitmen pemerintah ditunjukkan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, dan pembentukan Tim Sekretariat Nasional Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan yang diketuai oleh Valerina Daniel.

Upaya implementasi STD di destinasi wisata dilakukan melalui pendampingan kepada destinasi wisata yang dilakukan melalui STO (Sustainable Tourism Observatory). Sleman merupakan salah satu dari 18 destinasi pariwisata internasional yang terdaftar sebagai lokasi STO di United Nations World Tourism Organization. Desa Wisata Pulesari dan Desa Wisata Pancoh, yang terletak di Kecamatan Turi untuk tahap pertama ditunjuk sebagai dua desa wisata yang menjadi bagian dalam STO Sleman.

Selanjutnya untuk menilai komitmen pemangku kepentingan pariwisata dalam menerapkan prinsip-prinsip STD dalam pengelolaan pariwisata, Kementerian Pariwisata menggelar Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA). Pada tahun 2017 yang lalu, Desa Wisata Pentingsari menjadi penerima Green-Bronze Award untuk kategori Ekonomi.

Dalam upaya untuk terus mengaplikasikan prinsip-prinsip STD di Kabupaten Sleman, selama bulan Agustus 2018 Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman melalui Bidang Pengembangan Destinasi dan Ekonomi Kreatif melaksanakan serangkaian Forum Group Discussion terkait pengolahan sampah, pengelolaan lingkungan dan strategi kelembagaan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Focus Group Discussion ini antara lain dilaksanakan pada 9 Agustus 2018 di Desa Wisata Pulesari, 16 Agustus 2018 di Desa Wisata Pulewulung, dan 30 Agustus 2018 di Desa Wisata Pancoh.

Suasana Kegiatan FGD

Kegiatan FGD ini bukan hanya dikhususkan bagi desa wisata yang menjadi bagian dalam STO Sleman, tapi juga mengundang desa wisata lain. Desa wisata yang diundang dalam kegiatan ini antara lain Desa Wisata Kelor, Desa Wisata Tunggularum, Desa Wisata Gabugan, Desa Wisata Pulewulung, Desa Wisata Pentingsari, dan Desa Wisata Sangurejo. Menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan FGD ini antara lain Erwan Widyarto dari Bank Sampah Griya Sapu Lidi, Agus dari Kampung Wisata Mataraman, Prianti Utami dari Dian Desa, Febrio dari RUmah Kreatif Jogja dan Dhani dari Cartitra Indonesia.

Melalui rangkaian FGD ini, diharapkan beberapa tahun ke depan semua desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman bisa menjalankan prinsip-prinsip Sustainable Tourism Development dengan baik sehingga dampak ekonomi (dan lingkungan) dari sektor pariwisata dapat dirasakan masyarakat sekitar.

Maju terus pariwisata Sleman!

Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments