Beranda blog Halaman 106

Museum Gunung Merapi

[ngg_images source=”galleries” container_ids=”41″ display_type=”photocrati-nextgen_basic_thumbnails” order_by=”sortorder” order_direction=”ASC” returns=”included” override_thumbnail_settings=”0″ thumbnail_width=”240″ thumbnail_height=”160″ thumbnail_crop=”1″ images_per_page=”20″ number_of_columns=”0″ ajax_pagination=”0″ show_all_in_lightbox=”0″ use_imagebrowser_effect=”0″ show_slideshow_link=”0″ slideshow_link_text=”[Show slideshow]” maximum_entity_count=”500″]Museum Gunung Api Merapi (MGM), yang digadang menjadi geo-wisata di DIY diharapkan menjadi wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunungapi, gempabumi, dan bencana alam lainnya.

Lokasi MGM terletak di kawasan lereng Merapi, tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman.

Dengan luas bangunan sekitar 4,470 yang berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektar, museum yang ke depan juga akan dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plasa ini ingin dikenal masyarakat sebagai ‘Museum Gunungapi Merapi, Merapi Jendela Bumi’.

Museum Gunungapi ini dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial-budaya dan lain-lain yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya. Museum Gunungapi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif sebagai sarana yang sangat penting dan potensial sebagai pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunungapi serta bencana geologi lainnya.

Informasi yang disampaikan di museum gunungapi diantaranya:

1. Informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya.
2. Informasi fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya.
3. Informasi mitigasi bencana gunungapi, gempabumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan dan gerakan tanah.
4. Informasi sumberdaya gunungapi, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra-struktur dan lainnya.
5. Informasi aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunungapi.

(slemankab.go.id)

Desa Wisata Cibuk Kidul

Cibuk Kidul merupakan salah satu desa kecil yang masih sangat asri serta memiliki warga yang menjunjung tinggi keramah tamahan terhadap siapapun. Cibuk Kidul terletak di Margoluwih, Godean, Sleman, Yogyakarta. Walaupun termasuk desa yang kecil, Cibuk Kidul memiliki prestasi yang besar. Menurut bapak Sigit, selaku ketua kelompok petani KMI Mina Padi, hal tersebut bermula ketika nenek moyang mereka menemukan metode penanaman padi yang berbeda dari kebanyakan proses penanaman padi pada umumnya. Perbedaannya adalah dalam satu petak sawah, selain digunakan untuk bertani, juga digunakan sebagai kolam ikan air tawar. Metode tersebut diberi nama “MINA PADI”.
Dengan menerapkan metode Mina Padi, penghasilan dari warga Cibuk Kidul menjadi meningkat karena ‘panen ganda’, lebih dari itu beras yang dihasilkan dari metode Mina Padi membuat produktivitas padi organik menjadi meningkat lantaran dapat terhindar dari serangan hama seperti tikus dan ikan-ikan yang ada dikolam juga berfungsi untuk membersihkan gulma yang ada pada padi.
Keberhasilan metode Mina Padi, ditanggapi sangat positif dari masyarakat, pemerintah, bahkan dari luar negeri. Terbukti dari 2015 lalu, Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Mina Padi dan mengakui Mina Padi sebagai salah satu program pertanian unggulan global.
Menurut bapak Sigit, sejak diakui oleh dunia banyak pengunjung baik dalam dan luar negeri datang untuk mencari lebih jauh mengenai Mina Padi di Cibuk Kidul. Melihat antusias dari masyarakat, maka pada November 2016 Pemerintah Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman meresmikan Cibuk Kidul sebagai desa wisata yang memiliki banyak daya tarik selain metode Mina padi seperti wisata edukasi dan wisata seni budaya lokal.
Keseriusan dari pemerintah dan warga Cibuk Kidul untuk menjadikan Cibuk Kidul sebagai desa wisata terlihat dari terbentuknya pengurus yang mengelola kepariwisataan Cibuk Kidul yang tergabung dalam POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) yang diketuai oleh bapak Timbul.
Ketika Cibuk Kidul menjadi desa wisata seperti sekarang, tentu akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat dengan memaksimalkan seluruh potensi dan peluang yang ada.

Desa Wisata Malangan

Desa Wisata Anyaman Bambu berada di Dusun Malangan, Desa Sumberagung, Ke­camatan Moyudan, Sleman, DIY. Jaraknya sekitar 17 kilo­meter dari kota Yogya ke arah Barat Daya atau 30 menit waktu perjalanan.
Sejak lama, puluhan atau mungkin ratusan tahun yang lalu daerah Moyudan, Godean, Seyegan dan sekitarnya terkenal akan kerajinan anyaman bambunya. Ada banyak peralatan rumah tangga dari bambu diproduksi di wilayah ini. Pro­duk-produk tersebut antara lain tenggok, besek, tampah, tambir, erok-erok, kreneng, kalo, irik, dan sebagainya. Hingga kini, sebagian be­sar warga di Malangan menganyam bambu sebagai pekerjaan sambilan. Tak sedikit pula yang menja­dikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan pokok. Seiring dengan berjalannya waktu, kreatifitas dan kebutuhan pasar pun berubah. Pesanan mulai meningkat dengan berbagai macam desain. Para pengrajin pun selalu berusaha memenuhi permintaan tersebut. Pada tahun 1965, berdirilah pusat kerajinan bambu yang bernama Tunggak Semi di Malangan. Sanggar ini menampung hasil anyaman warga untuk kemudian dibentuk menjadi aneka desain produk pesanan konsumen.
 
 
Usaha ini dirintis oleh Ahmad Sirat, orang tua dari Suryadi (Pemimpin Tunggak Semi saat ini). Dulunya, Ahmad Sirat adalah salah satu pekerja dari P.T Lipin, pabrik kerajinan bambu milik Jepang di wilayah itu. Karena terjadi ketidak cocokan dengan internal P.T Lipin, Ahmad memilih untuk keluar dan mengembangkan usahanya sendiri.
Nama “Tunggak Semi” di ambil dari nama tunggak, yang berarti potongan dari bambu, dan semi yang berarti tumbuh berkembang kembali. Jika diartikan menjadi bambu yang tunggaknya dipotong pasti akan tumbuh kembali. Dengan maksud usaha ini dapat terus berkembang.
Pada mulanya usaha ini dikembangkan hanya oleh sebatas keluarga, tetapi seiring berjalannya waktu, usaha ini mulai berkembang. Pada tahun 1972, usaha kerajinan bambu ini mulai melebarkan sayap, salah satu konsumenya adalah P.T Panca Niaga Jakarta dan mulai diekspor ke luar negeri. Mulai saat itu banyak perusahaan dari Jakarta yang memesan produk kerajinan bambu.
Tahun 1987 Pusat Kerajinan Bambu Tunggak Semi beralih kepemimpinan. Sejak tahun itulah Tunggak Semi dipimipin oleh Suryadi (43) yang mengambil alih pimpinan dari ayahnya. Di tangan Suryadi inilah Tunggak Semi semakin berkembang.

Rumah Dome Prambanan

Apakah Anda masih ingat serial televisi anak-anak dengan tokoh Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Po? 4 boneka lucu berwarna ungu, merah, hijau, dan kuning yang dilengkapi tabung televisi di perut mereka. Dalam serial tersebut mereka tinggal di sebuah rumah unik berbentuk separuh bola atau dome.

Ternyata, di Yogyakarta terdapat sebuah perkampungan yang rumah-rumah penduduknya menyerupai rumah teletubies tersebut. Komplek rumah-rumah tersebut dikenal dengan nama Kompleks Rumah Dome. Namun banyak juga orang yang menyebutnya Desa Teletubbies. Ya, hal ini dikarenakan semua bangunannya berbentuk dome/kubah.

Keberadaan rumah-rumah ini tentu bukan tanpa alasan. Rumah dome ini awalnya dibangun sebagai tempat tinggal warga pasca gempa besar yang melanda Yogyakarta pada tahun 2006. Arsitektur rumah ini dirancang tahan gempa dan tahan api. Sejak saat itu, warga mulai tinggal di rumah dome ini.

Bentuk rumah yang unik membuat kampung teletubbies ini ramai dikunjungi wisatawan. Mereka penasaran akan isi dari rumah dome. Meski bentuknya kecil, ternyata rumah dome memiliki beberapa ruang. Bahkan rumah dome ini juga terbagi menjadi dua lantai. Saat panas terik udara di rumah dome terasa dingin, dan saat hujan lebat penghuninya akan merasa hangat.

Selain rumah-rumah penduduk, sarana umum lain di kampung ini seperti mushola, poliklinik, dan aula pertemuan warga juga berbentuk kubah dengan ukuran yang lebih besar. Pada hari minggu atau hari libur biasanya akan ada badut teletubbies, sehingga wisatawan yang berkunjung bisa berpose bersama mereka. Menarik bukan? Kapan lagi coba bertemu teletubbies di kampung teletubbies? Selain itu wisatawan juga bisa naik kereta kelinci mengelilingi perkampungan.

Lokasi dan Akses

Kompleks perkampungan rumah dome ini terletak tidak jauh dari Istana Ratu Boko, tepatnya di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Untuk mencapai tempat ini wisatawan cukup menyusuri jalan raya Prambanan – Piyungan. Jika datang dari arah Prambanan, setelah melewati Kompleks Istana Ratu Boko perhatikan petunjuk arah yang ada di kiri jalan. Dari jalan raya silahkan belok kiri mengikuti petunjuk arah yang ada.

Desa Wisata Brayut

Keindahan sawah mungkin semakin sulit ditemukan di banyak daerah perkotaan di Indonesia. Arus kemajuan jaman yang semakin tak terbendung membuat sawah-sawah yang tadinya banyak tumbuh dan asri sudah mulai mulai tertutup aspal dan kalah dengan beton atau bangunan-bangunan pencakar langit. Di Desa Wisata Brayut, sawah lalu ditawarkan sebagai wahana untuk bermain, melepas lelah dan penat dengan hiruk pikuk perkotaan dan belajar menghargai kerja keras khas orang desa. Rimbunan padi yang membentang luas bisa anda dapatkan di sini. Bahkan anda bisa langsung turun tangan menciptakan padi-padi anda sendiri mulai dari membajak sawah dengan bajak yang ditarik oleh kerbau, atau menanam padi sambil bermain lumpur.

Desa wisata ini berlokasi di Brayut, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Desa Wisata Brayut adalah desa budaya berbasis pertanian. Pengunjung bisa menikmati sensasi tinggal di desa lengkap dengan segala rutinitas penduduknya seperti menanam padi, membajak sawah, belajar membatik, belajar musik tradisional berupa gamelan, menangkap ikan, bahkan mandi di sungai atau bagi anda yang suka tantangan ada juga wisata outbond yang akan memberikan kesan dan pengalaman yang tak terlupakan untuk anda.

Pagi belum juga disinari mentari, tetapi para petani sudah mulai meneteskan keringat mereka di sawah ditemani kicauan burung-burung yang menyambut sinar matahari yang hangat. Angin segar yang mulai berhembus membuat padi-padi yang ditanam seakan menari meliuk-liuk lembut. Hari mulai siang dan bajakpun mulai membalik tanah sawah yang nantinya menjadi tempat padi tumbuh menghasilkan bulir padi sebagai sumber kehidupan. Keteguhan dan kerja keras para petani tergambar dalam kerut wajah mereka yang sesekali dihiasi senyum dan canda tawa diantara mereka.

Di desa ini anda tak hanya akan belajar tentang bagaimana bertani, tetapi dapat pula belajar memelihara ikan, memasak makanan tradisional, memainkan gamelan atau berlatih menari dengan tarian tradisional desa ini. Membuat kerajinan, melihat sunset ketika sore diantara liukan tarian padi yang kian pelan seiring perginya angin menghindari malam adalah keasyikan sendiri yang tidak ditemukan disetiap tempat.

Bagi wisatawan yang hanya ingin menikmati suasana pedesaan sambil menginap, anda akan mendapatkan penginapan dengan berbagai bentuk yang unik. Mulai yang paling sederhana sampai yang mewah. Yang jelas, semua akan memberikan kenyamanan bagi anda yang ada di sana.

Desa Wisata Brayut juga menyediakan cindera mata unik seperti perabotan dan pernak-pernik khas Jawa Kuno, hiasan dinding sampai pada perabotan rumah tangga kuno dan alat permainan masa lalu seperti congklak, serta beberapa permainan tradisional Jawa. Desa wisata ini juga telah dua kali dijadikan tempat pagelaran Ngayogjazz pada tahun 2012 dan 2014. Desa Wisata Brayut adalah pilihan cerdas untuk pengunjung yang merindukan romantisme kehidupan Jawa masa lalu.

Tetapi yang terpenting dari semua itu adalah bahwa anda akan pulang sebagai seorang yang bisa menghargai kerja keras, pulang dengan perasaan bahagia dan pikiran yang semakin kreatif.

Desa Wisata Grogol

Desa Wisata Grogol terletak di Margodadi, Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Desa wisata ini merupakan desa budaya karena Dusun Grogol merupakan desa pembuatan wayang kulit dan gamelan.  Selain pengunjung dapat mempelajari proses pembuatan wayang kulit, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan seperti Karawitan, Wayang Kulit/Pedalangan, Campursari, Keroncong.

Selain dari pertunjukan tersebut terdapat upacara Tuk Bedhug yang merupakan sumber mata air di Desa Wisata Grogol. Terdapat juga obyek daya tarik wisata yang menarik seperti keindahan Lingkungan desa, bangunan kuno, Tobong gendeng, serta Petilasan Sunan Kalijogo: “KETANDAN”. Wisata kuliner juga tersedia di Desa wisata ini yaitu dengan makanan seperti Cethil, Sego Gudangan, Tumpeng.

Untuk menuju Desa Wisata Grogol ini pengunjung tidak akan mengalami kesulitan karena akses menuju lokasi ini dapat dicapai dengan mudah. Kendaraan roda empat maupun roda dua dapat masuk menuju lokasi karena telah dilengkapi fasilitas tempat parker yang luas yang dapat menampung sekitar 50 Mobil, 300 kendaraan roda dua dan 4 bus.

Desa Wisata Pulesari

Desa wisata Pulesari terletak di dusun Pulesari desa Wonokerto, kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Yang mempunyai batas wilayah disebelah utara dusun ledok lempong, sebelah timur Arjosar sebelah selatan dusun Kopen dan sebelah barat berbatasan dengan desa Bangunkerto, dusun wonosari.

Luas wilayah desa wonokerto adalah 2,5 Ha,  terdiri dari wilayah sawah/pertanian, ladang/tegalan, perkebunan, pemukiman, industri, perdagangan jasa, dan hutan rakyat. Secara topografi keberadaan desa wisata pulesari berada dikaki gunung merapi dengan ketinggian 400 hingga 900 meter dari permukaan laut.dengan kondisi tanah yang subur dengan struktur tanah berpasir dan berbatu cadas.

Dusun Pulesari merupakan daerah pertanian dengan sumber mata air sebanyak 2 6 mata air yangmengalir ke sungai krasak, sungai bedog serta kebutuhan irigasi pertanian warga. Curah hujan rata rata di daerah ini 3.908 mm per tahun dengan suhu udaramencapai 24 derjat celscius hingga 28 derajat celcius. Masyarakat dusun Pulesari sendiri merupakan desa yang mempunyai akulturasi yang berbeda dengan dusun yang lain.

Desa wisata ini pun terbentuk berkat komitment masyarakat untuk menciptakan sebuah desa yang aman, nyaman, tentram, dinamis dan indah dengan banyaknya potensi yang ada. Desa wisata pulesari terbentuk pada tanggal 26 Mei 2012 yang diprakarsai oleh bp. Sarjana beserta team pengelola desa wisata.

Desa Wisata Trumpon

Kamu suka buah salak? Jika iya, desa wisata yang satu ini tak boleh terlewatkan saat sedang berada di Jogja. Desa Wisata Trumpon merupakan sebuah desa wisata yang berada di dusun Trumpon, desa Merdikurejo, kecamatan Tempel, kabupaten Sleman. Desa ini terkenal dengan agrowisata salak pondoh. Tidak cuma itu, kamu juga bisa melihat pemandangan Gunung Merapi yang tampak begitu gagah melalui gardu pandang yang tersedia di sana

Di Desa Wisata Trumpon kita tak cuma bisa berkeliling melihat dari dekat pohon salak pondoh. Yang paling penting, kita bisa memetik salak pondoh langsung dari pohonnya dan memakannya langsung. Jika ingin tahu lebih jauh tentang salak, kita juga bisa bertanya-tanya tentang seluk beluk buah salak

Sate Jaran (Kuda) Godean

Selain Pepes Belut masih di kawasan sekitar Godean, Sleman anda juga bisa menemukan hidangan kuliner yang cukup menantang yakni Sate Jaran / Sate Kuda. Sate kuda memiliki tekstur yang empuk mirip daging sapi namun memiliki aroma khas yang lebih kuat dari daging sapi, tidak seamis daging kambing. Selain rasa dagingnya yang nikmat dan gurih apalagi ketika disajikan dengan bumbu kecap pedasnya. Harga 10 tusuk daging sate kuda umumnya dipatok dengan harga Rp. 25.000,- / porsi. Sate kuda dipercaya untuk meningkatkan vitalitas dan nyali bagi siapa saja yang memakannya. Berani mencoba?

Pepes Belut Godean

Belut dikenal dengan binatang licin yang hidup di lumpur atau sawah. Biasanya kita menikmati sajian belut dengan cara digoreng atau dijadikan sambal. Namun di kawasan sentra pengolahan belut di kawasan Godean, Sleman. Anda bisa menemukan yang namanya sajian pepes belut. Pepes belut umumnya disajikan dibungkus dengan daun pisang lalu ditambahkan parutan kelapa beserta bumbu – bumbu khas tradisonal. Rasanya yang umumnya pedas namun cukup gurih, membuat siapa saja ingin menggoyang lidahnya lebih lama.
Selain Pepes belut anda juga bisa menemukan berbagai macam olahan belut di sekitar daerah Godean ini seperti belut saus tiram, gulai belut, kripik belut, nasi goreng belut dan botok belut. Harga yang ditawarkan juga cukup bervariasi antara Rp. 7.500,- sd Rp. 15.000. Mau Mencoba?