Laporan Kinerja Tahun 2025
Laporan kinerja merupakan dokumen resmi yang berisi hasil pelaksanaan tugas dan capaian Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada tahun 2025
Laporan kinerja merupakan dokumen resmi yang berisi hasil pelaksanaan tugas dan capaian Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada tahun 2025
https://pariwisata.slemankab.go.id/wp-content/uploads/2026/04/LKJIP-Dinas-Pariwisata-2025-Fix.pdf
Sleman — Dalam upaya menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan ruang publik kreatif, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan kerja bakti dengan fokus pada penataan dan pembersihan di area luar Sleman Creative Space (SCS), pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang menyasar halaman, jalur pejalan kaki, tepi bangunan, serta area yang ditumbuhi rumput dan semak liar ini, dilakukan dengan sinergi antara pegawai Dispar Sleman dan para pengelola SCS yang bahu-membahu membersihkan sampah dedaunan, menyapu halaman, memangkas rumput liar, serta merapikan lingkungan sekitar gedung.
Perawatan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan terbuka yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi para pengunjung serta komunitas yang beraktivitas di kawasan tersebut. Selain itu, kegiatan kerja bakti juga mempererat hubungan antara pemerintah, pengelola, dan komunitas dalam semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan mendukung produktivitas para pengguna ruang kreatif. Hal ini juga sejalan dengan Surat Edaran Bupati Sleman nomor 0181 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus menjaga kualitas fasilitas, tidak hanya di dalam gedung, tetapi juga pada lingkungan sekitarnya sebagai bagian dari upaya mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap usaha pariwisata, khususnya usaha pondok wisata, pada hari Rabu (15/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan serta pengawasan untuk memastikan seluruh pelaku usaha pariwisata di wilayah Kabupaten Sleman mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim menemukan bahwa salah satu usaha pondok wisata belum memiliki perizinan yang sesuai dengan regulasi terbaru. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman dan kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban perizinan, termasuk penyesuaian dengan sistem perizinan berbasis risiko yang saat ini diberlakukan.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menegaskan bahwa kepemilikan perizinan yang lengkap dan sesuai merupakan aspek penting dalam menjamin kualitas layanan, keamanan, serta kenyamanan wisatawan. Selain itu, legalitas usaha juga menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim usaha pariwisata yang tertib dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pariwisata telah memberikan pembinaan dan arahan kepada pengelola pondok wisata tersebut untuk segera melengkapi perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Pendampingan akan terus dilakukan guna membantu pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang diperlukan, sehingga sektor pariwisata di Kabupaten Sleman dapat terus berkembang secara profesional, aman, dan berdaya saing.
Sleman – Sabtu, 12 April 2026 Saka Pariwisata Sleman menyelenggarakan pelantikan Dewan Saka Pariwisata Sleman periode 2026–2028, bertempat Aula Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi momentum penting keberlanjutan organisasi dan peneguhan komitmen generasi muda untuk terus berperan aktif dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Majelis Pembimbing Saka Pariwisata, Kak Edy Winarya, S.Sn., M.Si. Dalam pelantikan tersebut, Alexander Farrel Hadi Kesuma resmi dikukuhkan sebagai Ketua Saka Pariwisata Sleman periode 2026–2028. Penetapan kepengurusan baru ini tertuang dalam Keputusan Satuan Karya Pramuka Pariwisata Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman Nomor 01/SK/IV/2026, yang ditandatangani pada 12 April 2026 oleh Pimpinan Saka Pramuka Pariwisata Kwartir Sleman, Kak Erny Maryatun, S.IP., M.T.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh jajaran pembina, pengurus, serta orang tua anggota Saka Pariwisata. Dalam kesempatan ini, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sleman, Kak Mustadi, menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi kepada kepengurusan Saka Pariwisata periode 2024–2026 atas dedikasi dan pengabdiannya selama masa jabatan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru periode 2026–2028 yang telah resmi mengemban amanah.
Dalam sambutannya, Kak Mustadi berpesan agar para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, dan tetap menjaga nama baik keluarga, SAKA Pariwisata, institusi, serta Pemerintah Daerah. Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan hendaknya dijaga dengan kerja nyata, kedisiplinan, dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai kepramukaan.
Selain kepada para anggota Saka, Kak Mustadhi juga menyampaikan pesan kepada para orang tua yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan dan kepercayaan kepada putra-putrinya agar dapat belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan dengan baik melalui kegiatan di Saka Pariwisata. Menurutnya, doa dan dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda. Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, Saka Pariwisata Sleman diharapkan semakin solid dalam menjalankan program kerja serta mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan berkontribusi bagi kemajuan pariwisata Kabupaten Sleman.
Dalam rangka meningkatkan promosi serta memperluas jejaring kerja sama di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Table Top dan Travel Dialog pada Rabu, 8 April 2026 sampai dengan Jumat, 10 April 2026 di Pasuran dan Mojokerto. Table Top adalah kegiatan dalam industri pariwisata yang mempertemukan seller dan buyer untuk memperkuat promosi, kerja sama, dan pertukaran informasi antar pelaku usaha. Travel Dialog adalah forum diskusi atau komunikasi interaktif yang mempertemukan pelaku industri pariwisata untuk bertukar informasi, ide, dan strategi. Keduanya digabung dalam satu acara karena saling melengkapi untuk menghasilkan strategi dan kerja sama bisnis.
Sebanyak 38 seller dari Kabupaten Sleman bergabung pada acara ini untuk mempromosikan Kabupaten Sleman baik dari hotel resto dan destinasi. Dari pihak Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto menghadirkan 220 calon buyer dari berbagai instansi dan berbagai pelaku industri pariwisata , yang meliputi biro perjalanan, ASTINDO, asosiasi pariwisata, dan pelaku wisata lainya. .
Pada sesi travel dialog, peserta mendapatkan wawasan mengenai tren pariwisata terkini, strategi pemasaran, serta pengembangan destinasi yang berkelanjutan. Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. sementara itu, sesi table top menjadi inti kegiatan berupa pertemuan bisnis (business matching) antar peserta. Dalam sesi ini, para pelaku usaha mempresentasikan produk dan paket wisata unggulan serta menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Hadir dalam acara ini Bp. Muhammad Ibdau Shulhi. M.Pd , Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto yang menyampaikan bahwa Pariwisata tidak dapat dipisahan dari Pendidikan dan Kebudayaan, Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang berbasisi pada kearifan lokal serta nilai budaya dan sejarah, melalui pariwisata tidak hanya memperkenalkan destinasi tetapi juga mendidik masyarakat baik lokal maupun manca tentang budaya kita, semuanya bagian dari daya tarik wisata yang tidak terpisahkan, dan itu ada di Sleman.
Acara ini di gelar di 2 (dua) lokasi berbeda, untuk di Pasuruan dilaksanakan di Balroom lantai Royal Tretes Hoten & Convention sedangakan di Mojokerto dilaksanakan di Raden Wijaya Hotel and Convention. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar serta mendapat respon positif dari seluruh pihak yang terlibat. Terbukti pada acara ini, berhasil mendapatkan buyer yang sudah reservasi kunjungan sebanyak 24 reservasi dengan total 3.060 pack, baik dari Sekolah maupun biro yang ada di Pasuruan dan Mojokerto.
Sleman — Senin, 6 April 2025, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kenaikan pangkat bagi pegawai. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.Si.
Penyerahan SK PNS diberikan kepada tiga pegawai yang sebelumnya berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yaitu Naufal Savero Rakha Heda, S.E sebagai Perencana Ahli Pertama pada Sekretariat, Shafa Amalia Salsabila, S.Par sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama pada Bidang Pemasaran Pariwisata, serta Anisa Tri Prastiwi, S.I.P sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama pada Sekretariat.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan SK kenaikan pangkat kepada Trias Kurniwati, S.Si., M.Ec.Dev yang naik menjadi Pembina Golongan IV/a, serta Ahmad Nuzul Fauzen yang naik menjadi Penata Muda Tingkat I Golongan III/b.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.Si menyampaikan bahwa penyerahan SK ini merupakan bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia aparatur guna mendukung peningkatan kinerja organisasi.
“Dengan penyerahan SK PNS dan kenaikan pangkat ini, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan profesionalisme, kinerja, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap penguatan SDM ini dapat mendorong kemajuan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman serta memberikan dampak positif bagi pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Penyerahan SK ini juga diharapkan menjadi bagian dari proses estafet kepemimpinan yang mampu melahirkan generasi aparatur yang berintegritas, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Data Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat 502.267 pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman selama periode libur lebaran tahun 2026. Data ini menunjukkan penurunan sebesar 9,57% jika dibandingkan dengan pergerakan wisatawan pada periode libur lebaran 2025 sebesar 556.033. Wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Sleman didominasi oleh wisatawan nusantara sebanyak 99,22%, dan sisanya merupakan wisatawan mancanegara (0,78%). Dilihat dari asalnya, wisatawan nusantara didominasi oleh wisatawan dari Pulau Jawa dengan proporsi sebagai berikut :Jawa Tengah & DIY (35,6%), Jawa Timur (32,4%), dan Jabar, DKI Jakarta, & Banten (27,5%). Penurunan kunjungan wisatawan pada tahun ini disebabkan antara lain oleh:
Mengacu pada data terakhir BPD PHRI Daerah Istimewa Yogyakarta, rerata okupansi hotel (baik bintang maupun non bintang) di Sleman pada periode libur lebaran 2026 adalah 70%. Bila dibandingkan dengan periode lebaran 2025 sebesar 80%, hal ini berarti terdapat penurunan 12,5%. Penurunan ini utamanya disebabkan kondisi perekonomian yang belum membaik, yang mengakibatkan banyak pemudik yang memilih tinggal di rumah keluarga atau kerabat dekat daripada di hotel. Selain itu, keberadaan akomodasi tak berizin yang menawarkan harga lebih murah, mengakibatkan banyak wisatawan yang lebih memilih untuk tidak menginap di hotel. Hal ini terkonfirmasi dari turunnya persentase belanja akomodasi menjadi 25,4% pada periode libur lebaran 2026, dibandingkan dengan persentase belanja akomodasi pada tahun 2025 sebesar 29,5%. Hal ini terkonfirmasi dari turunnya retribusi yang diterima di destinasi yang dikelola/dikelola bersama Dinas Pariwisata Sleman sebesar 18,04%.
Bila dibandingkan dengan rerata belanja wisatawan pada periode lebaran 2025, rerata belanja wisatawan mengalami penurunan dari rerata Rp1.000.000 sampai dengan Rp1.200.000 menjadi Rp563.759. Penurunan belanja ini salah satunya dipengaruhi kondisi perekonomian yang belum membaik yang berakibat wisatawan lebih menahan diri untuk membelanjakan uangnya di tempat wisata, dan anomali pengeluaran dimana meskipun volume kendaraan atau orang yang lewat mungkin terlihat banyak, mereka cenderung menjadi “wisatawan pelintas” yang tidak menginap atau membelanjakan banyak uang di destinasi lokal.
Sama halnya dengan fenomena yang terjadi di pusat perbelanjaan beberapa waktu yang lalu, fenomena Rojali (rombongan jarang beli), Rohana (rombongan hanya nanya), Rohali (rombongan hanya lihat-lihat), Romansa (rombongan manis senyum saja), Rotasi (rombongan tanpa transaksi), Rosalie (rombongan suka selfie) terjadi pada periode libur lebaran 2026.
Destinasi yang menjadi favorit kunjungan wisatawan pada libur lebaran kali ini adalah Candi Prambanan sebesar 27,47% diikuti oleh Kawasan Kaliadem 19,48%, Kawasan Kaliurang 15,68%, Jip Merapi 9,48%, dan Ledok Sambi 4,50%. Dinas Pariwisata Sleman terus mencermati fenomena yang terjadi pada periode libur lebaran 2026 dengan seksama. Penguatan promosi secara langsung (direct promotion) ke pasar potensial (Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat) terus dilaksanakan dan mendapat perhatian utama. Pelaksanaan table top/travel dialog ke Jawa Tengah pada bulan Februari 2026 yang lalu dan table top/travel dialog ke Jawa Timur pada minggu ke-2 April 2026 serta keikutsertaan dalam pameran skala nasional di JICC pada 23-26 April 2026 diharapkan bisa mempertahankan capaian pergerakan wisatawan ke Kabupaten Sleman tahun 2025 yang lalu. Selain itu, koordinasi dan kerja sama dengan semua stakeholder pariwisata yang ada terus ditingkatkan dalam kaitannya untuk mengatasi keterbatasan yang ada.
Sleman, 31 Maret 2026 — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata menyelenggarakan kegiatan Syawalan Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata dan Pokdarwis se-Kabupaten Sleman di Garden Space Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan Selasa (31/3/2026). Sebanyak 81 desa wisata dan 48 Pokdarwis turut hadir dalam kegiatan ini, bersama unsur akademisi, GIPI, Forkom Desa Wisata DIY, serta didukung partisipasi Saka Pariwisata Sleman dan Dimas Diajeng Sleman.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya menyampaikan bahwa kegiatan Syawalan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang penguatan kolaborasi. “Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyambung semangat kebersamaan, mempererat jejaring, dan menguatkan langkah bersama dalam membangun desa wisata di Sleman,” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan, berbagai upaya pengembangan desa wisata terus dilakukan, antara lain melalui pendampingan, promosi, serta penguatan data melalui platform Jadesta (Jaringan Desa Wisata) sebagai etalase nasional desa wisata.
Bupati Sleman yang berkenan hadir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa desa wisata memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi desa wisata untuk mengundang pemerintah daerah dalam setiap kegiatan. Kehadiran pemerintah diharapkan dapat memperkuat promosi sekaligus dukungan terhadap potensi lokal” ujar Bupati Sleman.
Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan aksesibilitas menuju destinasi wisata. “Apabila terdapat akses jalan menuju desa wisata yang perlu perbaikan, silakan memanfaatkan program Dalane Alus agar konektivitas semakin baik dan mendukung kenyamanan wisatawan. Kami mohon maaf apabila pemerintah belum dapat memberikan dukungan secara maksimal, khususnya bagi desa wisata. Hal ini akan terus menjadi perhatian untuk ditingkatkan ke depan.”
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan Forkom Desa Wisata dan Pokdarwis Sleman yang menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar pelaku wisata dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Dalam rangka meramaikan puncak libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H , Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan pentas reguler Jathilan Kudho Dwi Manunggal pada 29 Maret 2026 di Tlogoputri Kaliurang. Pentas ini mengakhiri pentas seni di destinasi Lereng Merapi, yang sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 22, 23 dan 24 Maret 2026, baik di Gardu Pandang, Tlogoputri dan Bukit Klangon. Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang kolaborasi antara pelaku seni, pengelola wisata dan pemerintah dalam upaya melestarikan nilai-nilai budaya sekaligus memajukan sektor pariwisata di Lereng Merapi.
Pentas seni Jathilan di kawasan wisata Tlogo Putri, Kaliurang, menjadi salah satu atraksi budaya pilihan pengunjung yang berhasil menarik perhatian dan daya Tarik wisatawan. Pertunjukan ini menampilkan kekayaan seni tradisional yang memadukan unsur tari, musik gamelan, serta atraksi khas jathilan yang penuh energi dan magis, sehingga menciptakan pengalaman wisata yang unik dan berkesan bagi para wisatawan. Jathilan Kudho Dwi Manunggal dari Ngentak, Margoluwih, Sayegan, Sleman menampilkan 3 babak yaitu babak pertama merupakan babak tarian remaja putra, dilanjutkan babak putra dewasa dan pada babak terakhir tarian dewasa putri. Antusiasme pengunjung yang tinggi terhadap pentas seni ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran wisatawan tidak hanya meningkatkan kunjungan ke destinasi Tlogo Putri, tetapi juga mendorong aktivitas UMKM di sekitarnya. Para pedagang kios, penjual makanan, minuman, serta cenderamata turut merasakan peningkatan omzet selama acara berlangsung.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menambahkan, “ Sub sektor seni pertunjukan kesenian jathilan menjadi magnet bagi wisatawan yang perlu di dijaga terutama di Daerah Kabupaten Sleman supaya animo masyarakat berlibur dan melakukan perjalanan wisata terus bertumbuh “ kata Irawati Palupi Dewi, SE, M.Sc, MT. Selain menjadi sarana hiburan, pentas seni atraksi jathilan juga berperan penting dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat citra Tlogo Putri Kaliurang sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kunjungan wisatawan akan terus meningkat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. (Dwiy_red)