TEMPO.CO, Sleman – Datang kapan saja, para wisatawan dijamin dapat menikmati sensasi seru memanen salak langsung dari pohonnya. Sepintas acara petik memetik buah ini mirip dengan kegiatan serupa di banyak desa wisata di seluruh Indonesia. Tetapi, di Desa Ekowisata Pancoh, Sleman, Yogyakarta, para wisatawan diajak menjadi petani salak sungguhan.
Menurut Supriyadi, 41 tahun, pemandu wisata, konsep ekowisata yang diusung Desa Pancoh bersinergi dengan konsep wisata edukatif. “Sehingga, para wisatawan dapat memiliki pengetahuan baru setelah tinggal atau berkegiatan di Pancoh,” kata dia. Misalnya, pengetahuan dan pengalaman langsung mengintervensi penyerbukan pada tanaman Salak.
Selengkapnya : http://travel.tempo.co/read/1102785/asyik-panen-salak-tiap-hari-di-desa-ekowisata-pancoh




Maaf min nanya, setahu saya yang terkenal produsen buah salak di Sleman itu Turi, apakah ini juga termasuk daerah Turi?
Desa Wisata Pancoh masuk Kecamatan Turi, tepatnya di Desa Girikerto,
Wisata pengalaman, akan semakin berkesan bagi pengunjung. Bagus dan patut untuk dikembangkan.
berwisata akan lebih menyenangkan apabila di barengi dengan keluarga
saya pernah kesini 2 kali. Kangen berkunjung kesini lagi
wih kayanya salaknya manis manis tuh
mau donk salaknya, ini alamat lengkapnya dimana ya