Beranda blog Halaman 38

1 Juli 2020, Uji Coba Operasional Candi Prambanan dan Ratu Boko

PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT. TWC), BUMN selaku pengelola obyek wisata Candi Prambanan, Ratu Boko dan kesenian Sendratari Ramayana memberikan angin segar bagi para pecinta dunia pariwisata. Angin segar tersebut adalah dimulainya uji coba operasional Candi Prambanan dan Ratu Boko mulai 1 Juli 2020 nanti, setelah tiga bulan lamanya ditutup akibat pandemi covid-19.

Hal tersebut disampaikan dalam press conference yang diadakan di Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan pada Senin 29 Juni 2020. Press conference ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala BPCB DIY, Sekretaris Satgas Covid-19 DIY dan Direktur PamObVit Polda DIY. Pada press conference ini disampaikan bahwa uji coba yang dilakukan oleh PT TWC adalah uji coba operasional terbatas, yang dalam pelaksanaannya akan tetap dilakukan monitoring. Evaluasi terhadap pelaksanaan uji coba operasional juga akan dilakukan setelah uji coba operasional dilaksanakan selama 14 hari.

Uji coba operasional berlangsung selama 14 hari sejak 1 Juli 2020 dengan jam buka operasional mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00. Jumlah pengunjung pada masa uji coba dibatasi sebanyak 20% dari rata-rata kunjungan ke Candi Prambanan dan Ratu Boko yang sebanyak 1500 orang. Pembelian tiket onsite melalui loket dibatasi sebanyak 70% dan sisanya dilakukan secara daring.

Para Pengunjung juga harus memenuhi berbagai persyaratan untuk memasuki kompleks candi. Pengunjung dari luar daerah harus menunjukkan keterangan rapid test dengan hasil non-reaktif, sedangkan wisatawan mancanegara wajib menunjukkan keterangan tes swab dengan hasil negatif. Ibu hamil dan anak-anak juga diperbolehkan masuk selama yang bersangkutan memenuhi standar protokol kesehatan, yakni suhu badan di bawah 37,3 derajat Celsius. PT. TWC juga melarang pengunjung membawa makanan dari luar, kecuali makanan untuk konsumsi bayi, seperti ASI.

Pada kesempatan ini pula juga disampaikan Keputusan Gubernur terkait penetapan status tanggap darurat covid-19 di DIY yang diperpanjang sampai dengan 31 Juli 2020 oleh Sekretaris Satgas Covid-19 DIY. Perpanjangan ini dimaksudkan untuk lebih memastikan kesiapan aktivitas perekonomian, terutama sektor pariwisata dan sub sektor pendukungnya di DIY, ketika status tanggap darurat dicabut.

Jika Candi Prambanan dan Ratu Boko dibuka, bagaimana dengan obyek wisata yang lainnya? Untuk pembukaan destinasi wisata lain, seperti Tebing Breksi, Candi Ijo dan Candi Sambisari, perlu melihat kesiapan destinasi bersangkutan dan menunggu rekomendasi dari Tim Gugus Tugas COVID-19 DIY dan Kabupaten Sleman.(*)

Ketika Kesenian Tradisional Pecahkan Dua Rekor Dunia

Bupati Sleman, Kadispar Sleman dan Kepala BPPS Sleman berfoto dengan Rekor MURI dan Para Pementas FRagmen Wanara

Dalam rangka mendukung Jogja Heboh 2020 yang digagas oleh KADIN DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan Festival Kesenian Sleman. Event ini dihelat pada tanggal 06 s.d. 08 Maret 2020 di Wisdom Park UGM dan di Tlogoputri Kaliurang dengan mengambil tema Sleman Gumnyak.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si., menyampaikan acara Festival Kesenian Sleman diselenggarakan pada saat kunjungan wisatawan sedang turun (low season) dan bekerja sama dengan berbagai stakeholder pariwisata beserta beberapa OPD di Kabupaten Sleman. Kepala Dinas juga menyampaikan jika selama tiga hari, pengunjung disuguhi aneka kesenian, UMKM, festival kuliner, lomba foto dan pemecahan dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Festival Kesenian Sleman 2020 juga menjadi panggung bagi kesenian tradisional untuk memecahkan beberapa rekor dunia. Rekor pertama adalah pementasan fragmen wanara turun gunung dengan pemain terbanyak di dunia (309 pemain). Sedangkan rekor kedua adalah pentas estafet jathilan terlama di dunia berdurasi 56 jam. Rekor pentas jathilan terlama ini menumbangkan rekor lama dari Pemkab Temanggung atas pentas jaran kepang berdurasi 48 jam yang diselenggakan 23 s.d. 25 November 2018.

Berbagai acara pendukung diselenggarakan menyambut Festival Kesenian Sleman 2020 seperti lomba memasak dan lomba foto. Lomba memasak diikuti oleh 29 peserta dari DIY dan sekitarnya dengan memperebutkan hadiah total 33 juta rupiah. Para peserta diminta untuk membuat hidangan dengan bahan dasar kedelai jumbo. Pada lomba ini terpilih Ulfa Nurmala sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah 8 juta rupiah dipotong pajak.

Selain lomba memasak, panitia Festival Kesenian Sleman juga menyelenggarakan lomba foto dengan lokasi di Wisdom Park UGM. Selama penyelenggaraan acara, para fotografer mencoba untuk mencari momen terbaik untuk diabadikan dalam kamera lensa. Beberapa jepretan terbaik akan dipilih oleh tim juri dan berhak atas hadiah total 6 juta rupiah yang akan diumumkan dalam waktu dekat ini.

Lokasi Parkir Peserta Tes Juru Pungut Retribusi Candi

Kepada para peserta Tes CAT Juru Pungut Retribusi Candi, berikut ini kami sampaikan informasi terkait lokasi parkir para peserta tes. Semoga bermanfaat

Perubahan Jadwal Tes CAT Formasi Juru Pungut Retribusi Candi 2020

Diumumkan kepada pelamar posisi formasi Juru Pengut Retribusi Candi yang telah lolos administrasi, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengumumkan bahwa terjadi jadwal Tes CAT. Adapun perubahan jadwal tes CAT adalah seperti pada lampiran berikut. Lampiran ini juga dapat di-download melalui tautan yang tersedia.

Download PERUBAHAN JADWAL TES CAT JURPUNG CANDI

perubahan-jadwal-Tes-CAT  

Statistik Pariwisata Kabupaten Sleman 2018

Berikut ini adalah informasi mengenai statistik pariwisata di Kabupaten Sleman pada tahun 2018. Bisa dibaca langsung maupun didownload.

Download Statistik Pariwisata Sleman 2018

Softfile-STATISTIK-PARIWISATA-2018

2020 Sleman’s Calendar Of Event

Berikut ini beberapa event kepariwisataan yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sleman pada tahun 2020. Catat tanggalnya ya.

Download 2020 Sleman’s Calendar Of Event

Calendar-Of-Event-2020-OK

 

Tour De Prambanan 2019, Olahraga dan Pariwisata untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Salah Seorang Peserta Tour De Prambanan 2019

Untuk yang ketiga kalinya, Tour De Prambanan diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman di tahun 2019 ini. Acara ini diselenggakan pada tanggal 27 Oktober 2019 dengan mengambil start dan finish di Lapangan Siwa Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Adapun tema dari penyelenggaraan Tour De Prambanan ini adalah sport and tourism for better future, atau jika diartikan ke Bahasa Indonesia berarti olahraga dan pariwisata untuk masa depan yang lebih baik.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra.Hj. Sudarningsih, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan jika event ini memiliki berbagai tantangan dan hadiah bagi para peserta. Peserta bersepeda mengelilingi Kabupaten Sleman sejauh 115 kilometer dan melewati tiga titik check point. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman juga menyampaikan jika pada Tour De Prambanan 2019 ini juga memperebutkan gelar King Of Mountain dan Queen Of Mountain untuk peserta race maupun peserta non-race dengan elevasi 6 kilometer.

Peserta Tour De Prambanan 2019 dilepas oleh Bupati Sleman, Drs.H. Sri Purnomo, M.Si., dengan pengibasan bendera start. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan jika di Tour De Prambanan ini disamping berolahraga para peserta juga dapat menikmati keindahan wisata di Lereng Merapi dan berbagai spot wisata di Kabupaten Sleman. Bupati juga berharap jika event Tour De Prambanan 2019 yang menjadi salah satu Calendar Of Event tahun 2019 di Kabupaten Sleman mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman di tahun 2019 yang ditargetkan sebanyak 10 juta wisatawan.

Tour De Prambanan 2019 diikuti oleh 738 peserta dari 80 kota di seluruh Indonesia. Kapolda DIY Irjen. Pol. Ahmad Dhofiri, mantan pembalap Moto2 Doni Tata Pradipta dan rombongan dari Mabes Polri juga turut ambil bagian dalam Tour De Prambanan 2019. Kapolda DIY dan Doni Tata Pradipta sama-sama mengungkapkan kepuasannya terhadap berbagai fasilitas dan pemandangan yang disuguhkan di Tour De Prambanan 2019 ini. Mereka berdua juga berharap kualitas penyelenggaraan Tour De Prambanan berikutnya lebih baik lagi dibanding yang sekarang.

Berikut ini adalah para pemenang dari Tour De Prambanan 2019:

Kategori King Of Mountain Men’s Athlete:

  • Juara 1 : Bambang Suryadi
  • Juara 2 : Jamalidin Novardianto
  • Juara 3 : Wariski Setiawan

Kategori Queen Of Mountain Women’s Athlete:

  • Juara 1 : Ni’mal Magfiroh
  • Juara 2 : Riska Agustin
  • Juara 3 : Angelina Annakke Setiawan

Kategori King Of Mountain Under 35 :

  • Juara 1 : Bagus Hermawan
  • Juara 2 : Gugus Priambodo
  • Juara 3 : Maizalahenda

Kategori Queen Of Mountain Non-athlete :

  • Juara 1 : Bety Ria Sersana
  • Juara 2 : Maria Dea W
  • Juara 3 : Mitya Fitrina

Kategori King Of Mountain 36 – 45 : 

  • Juara 1 : Edy Susanto
  • Juara 2 : Purwantoro
  • Juara 3 : Juwanto Reza

Kategori King Of Mountain 46 – 55 : 

  • Juara 1 : Sutarno
  • Juara 2 : Tarmin Hadiwiyono
  • Juara 3 : Rudy S Susanto

Kategori King Of Mountain 56 – 65 : 

  • Juara 1 : Hartadi
  • Juara 2 : Antonius Haryono
  • Juara 3 : Anton Tirta K

Berbagai keceriaan di Tour De Prambanan dapat dilihat di Insta Album di akun instagram @wisatasleman dengan judul TDP 2019.

Pelangi Budaya Bumi Merapi 2019, Suguhan Seni dan Budaya untuk Masyarakat

Bupati Sleman Buka Pelangi Budaya Bumi Merapi 2019

Dalam rangka Hari Pariwisata Internasional dan Hari Batik Nasional, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali mengadakan event Pelangi Budaya Bumi Merapi di tahun 2019 ini. Event yang diadakan untuk yang ketujuh kalinya ini diselenggarakan pada tanggal 19 s.d. 20 Oktober 2019 dengan mengambil lokasi di kompleks Pemda Sleman. Tema dari event ini adalah “Ning Nong Ning Gung”.

Kepala Dinas Pariwisata, Dra.Hj. Sudarningsih, M.Si., menyampaikan jika penyelenggaraan event ini merupakan implementasi dari tagline Kabupaten Sleman , The Living Culture, dimana masyarakat Sleman tetap melestarikan budayanya sendiri namun tetap dinamis menerima budaya dari daerah lain. Sebagai bukti, beberapa perkumpulan mahasiswa luar daerah turut berpartisipasi dalam event ini. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman berharap pada pelaksanaan tahun berikutnya akan diikuti oleh lebih banyak masyarakat yang ingin berpartisipasi.

Pelangi Budaya Bumi Merapi 2019 ini dibuka oleh Bupati Sleman, Drs.H. Sri Purnomo M.Si., pada 20 Oktober 2019 di Lapangan Pemda Sleman dengan pengibasan bendera. Dalam sambutannya, Bupati Sleman berharap event Pelangi Budaya Bumi Merapi ini dapat menyokong para wisatawan untuk datang ke Kabupaten Sleman sejalan dengan target Pemerintah Kabupaten Sleman yakni 10 juta kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman pada tahun 2019.

Pelangi Budaya Bumi Merapi 2019 adalah event pariwisata di Kabupaten Sleman yang menampilkan kreasi seni, budaya dan pariwisata dalam dua hari. Aneka kesenian tersebut ditampilkan melalui pertunjukan seni budaya di atas panggung dan melalui pawai budaya.

Pada pawai budaya yang diselenggarakan pada hari kedua, seluruh potensi ragam seni dan budaya di Kabupaten Sleman ditampilkan kepada masyarakat Kabupaten Sleman yang menunggu di pinggiran jalan Kompleks Pemkab Sleman. Berbagai elemen seperti perguruan tinggi, perkumpulan mahasiswa daerah, desa wisata, sanggar seni, sekolah, destinasi wisata dan lain-lain turut ambil bagian dalam pawai budaya ini. Adapun untuk para pemenang pawai budaya adalah sebagai berikut:

– Juara Favorit Desa Wisata : Desa Wisata Pulesari
– Juara Favorit Kelompok Mahasiswa : Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara
– Juara Favorit Non Desa Wisata dan Non Kelompok Mahasiswa : University Hotel berkolaborasi dengan SMK Dirgantara
– Harapan 3 : Rawikara Fashion dari Gunung Kidul
– Harapan 2 : Jogja Exotariun
– Harapan 1 : Rancang Kusumo Gamping
– Juara 3 : TWC Prambanan
– Juara 2 : Sanggar Putri Sigrak
– Juara 1 : Paguyuban Sendang Mataram

Java Summer Camp 2019, Culture Immersion

Para Peserta Java Summer Camp 2019

11 sampai dengan 13 Oktober 2019, sebanyak 250 anak milenial dari berbagai negara berkumpul di Kabupaten Sleman dalam rangka mengikuti event Java Summer Camp 2019. Tercatat 99 peserta dari 41 negara luar Indonesia mengikuti event yang diselenggarakan untuk kedelapan kalinya ini diantaranya dari Austria, Belanda, Hungaria, Inggris, Jerman, Belarusia, Belgia, Yunani, Polandia, Portugal, Rusia, Slovakia, Tajikistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Kamerun, Kongo, Nigeria, Madagaskar, Mali, Gambia, Ghana, Sierra Leone, Tanzania, Zimbabwe, Bangladesh, Pakistan, Palestina, Meksiko, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Tiongkok, dan Vietnam.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra.Hj. Sudarningsih, M.Si., mengatakan bahwa Java Summer Camp 2019 ini bertema Culture Immersion yang secara terminologi berarti pencelupan budaya. Dengan tema tersebut diharapkan para peserta mampu menyatu dan melebur dengan budaya Sleman. Jika pada tahun sebelumnya hanya menggunakan satu camping venue, di tahun 2019 ini peserta diajak berkemah di dua camping venue, yakni Candi Banyunibo dan Desa Wisata Kelor.

Para peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang telah disiapkan oleh panitia. Pada hari pertama, agenda dibuka di Candi Banyunibo oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, dan dilanjutkan dengan menyaksikan pementasan Tari Ramayana di Candi Prambanan. Di hari kedua, para peserta mengunjungi berbagai destinasi wisata (Rumah Dome, Candi Ijo, Museum Gunung Api Merapi dan Tlogo Putri), belajar membuat jadah, menyaksikan jathilan, pentas seni dan api unggun. Pada hari terakhir peserta mengikuti workshop pembuatan batik dan membuat jaranan dari pelepah salak.

Java Summer Camp diikuti oleh para peserta dari seluruh Indonesia. Paskalis dan Mattheus adalah peserta yang datang dari Kabupaten Asmat. Pada event ini, mereka berdua bisa mengenal berbagai suku, budaya dan bahasa dari berbagai daerah dan negara di event ini. Mereka berharap acara seperti ini juga diadakan kembali dan Kabupaten Asmat bisa diundang kembali di Java Summer Camp penyelenggaraan berikutnya.

Tak hanya dari Indonesia, aneka suguhan dari Java Summer Camp 2019 juga diapresiasi oleh beberapa peserta dari mancanegara. Polina, mahasiswi dari Kaliningrad Rusia mengungkapkan bahwa dia cukup menyukai acara ini karena terdapat berbagai agenda yang menarik. Selain pertunjukan Tari Ramayana, mahasiswi yang sedang belajar di ISI Yogyakarta ini juga cukup bahagia dengan batik yang ia buat saat workshop.

Salah satu agenda yang menarik peserta mancanegara adalah pembuatan Batik. Hal itu diungkapkan oleh Cisse, peserta dari Mali. Cisse mengungkapkan jika dirinya akan berusaha mengingat Indonesia jika ia menggunakan batik. Cisse juga mengajak para generasi muda untuk terus mempromosikan batik.

Java Summer Camp 2019 ditutup pada 13 Oktober 2019 di Desa Wisata Kelor, Bangunkerto, Turi. Berbagai peristiwa di Java Summer Camp 2019 telah terdokumentasi dalam Insta Story Album dengan judul “JSC 2019” di akun Instagram @wisatasleman.