Beranda blog Halaman 39

Sayembara Gagasan Desain Ibu Kota Negara Baru

Warganet sekalian, bulan Agustus 2019 lalu Presiden Joko Widodo mengumumkan Ibu Kota Negara Indonesia akan berpindah di Kalimantan Timur, tepatnya di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam rangka menyambut ibukota baru, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengadakan sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara. Adapun untuk Kerangka Acuan Kinerja beserta lampirannya dapat diunduh dan dilihat pada tampilan di bawah ini.

Download KAK Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

20191001-KAK_Sayembara_IKN_2019_FINAL_r6

 

Download Lampiran KAK Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara

Final_LAMPIRAN-KAK_rev4

Lomba Sapta Pesona 2019

Kamis 03 Oktober 2019 Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengumumkan para pemenang lomba Sapta Pesona 2019  dan Lomba Video Pesona Sleman.  Acara ini diselenggarakan di Indraprasta 1, 2nd Floor Sahid Jaya Hotel.  Adapun untuk para pemenang adalah sebagai berikut:
1. Hotel Berbintang
Juara 1: Hotel Grand Ambarrukmo
Juara 2: Hotel Sahid Jaya
Juara 3: Hotel Grand Keisha
Harapan 1: Hotel Grand Mercure
Harapan 2: Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta
2. Hotel non bintang
Juara 1: Hotel Yellow Star Ambarrukmo
Juara 2: Hotel Pakumas
Juara 3: Hotel DOM
Harapan 1: Hotel Akasa
Harapan 2: Hotel Padma Asri
3. Restoran
Juara 1: Restoran Abhayagiri
Juara 2: Restoran Rama Shinta Prambanan
Juara 3: Restoran Sushi Tei
Harapan 1: Pizza Hut Jakal
Harapan 2: Restoran Pringsewu
Pada acara ini juga diumumkan pemenang dari Lomba Video Kreatif Daya Tarik Sleman yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman beberapa waktu yang lalu. Adapun pemenang video tersebut adalah sebagai berikut:
Juara 1 : Bagas Magista, dengan judul film “Sejuta Senyum Sleman”
Juara 2 : Sayekti Kinarya P.,  dengan judul film “Wonderfull Sleman”
Juara 3 : Budi Prasetya, dengan judul film “Sleman yang Menawan”
Harapan 1 : Dadang S., dengan judul film “Jelajah Sleman”
Harapan 2 : Aida Ratu Paksi, dengan judul film “Bambu dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sleman”
Harapan 3 : Muhammad Fendi Riyadi, dengan judul film “Batik Parijotho”
Selain itu, Cooking Competition juga diselenggarakan pada acara ini. Adapun bahan dasar yang digunakan dalam cooking competition ini adalah salak. Berbagai kalangan mulai dari hotel berbintang, restoran dan usaha kuliner mengikuti kompetisi ini.
Chef Anton Yanwar, Ibu Kustini Sri Purnomo dan Ibu Intan Kusuma didapuk menjadi juri lomba Cooking Competition ini. Adapun aspek yang dinilai adalah pesiapan (kebersihan dan ketepatan waktu), proporsional (kreatifivitas dan presentasi plating) dan rasa.
Adapun para pemenang dari cooking competition ini adalah sebagai berikut:
Juara 1 : Coday Skylight, dengan nilai 273
Juara 2 : Grand Aston Hotel, dengan nilai 264
Juara 3 : Atrium Premier, dengan nilai 257
Selamat kepada hotel dan restoran yang telah menjuarai Lomba Sapta Pesona 2019 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Tlatar Seneng, Juara Kedua Pokdarwis ISTA Kemenpar 2019

Selamat kepada Tlatar Seneng sebagai peringkat Ke-2 Kelompok Sadar Wisata Kategori Mandiri dalam ISTA (Indonesia’s Sustainable Tourism Award) 2019.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada pengelola Tlatar Seneng di The Ritz Carlton Pacific Palace pada tanggal 26 September 2019.

Sleman Fashion Festival 2019, Angkat Batik Parijotho dan Lurik Gamplong ke Dunia Mode

Bupati Sleman memukul gong pembuka Sleman Fashion Festival 2019

Event mode unggulan di Sleman, Sleman Fashion Festival, kembali diadakan di tahun 2019 ini. Event ini diselenggarakan pada tanggal 30 s.d. 31 Agustus 2019 dan 8 September 2019. Penyelenggaraan acara Sleman Fashion Festival 2019 dipusatkan di Sleman City Hall. Sleman Fashion Festival 2019 adalah salah satu rangkaian Sleman Fair yang dimulai sejak bulan Juli hingga Oktober 2019.

Tema Sleman Fashion Festival 2019 adalah “When Ethnic Meet Glam“. Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Dra.Hj. Sudarningsih, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan jika Sleman Fashion Festival 2019 mengangkat Lurik Tenun Gamplong yang dipadupadankan dengan Batik Sinom Parijotho Salak menjadi desain busana yang glamorous. Event Sleman Fashion Festival merupakan salah satu upaya untuk lebih mengangkat Batik Sinom Parijotho Salak dan Lurik Sleman dalam dunia fashion secara berkesinambungan dan membuktikan produk lokal Sleman itu mampu bersaing di pasaran. Tak lupa Kepala Dinas Kabupaten Sleman juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penyelenggaraan Sleman Fashion Festival 2019 seperti Sleman City Hall, Plawang Community, sponsor dan pihak-pihak lainnya.

Sleman Fashion Festival 2019 dibuka oleh Bupati Sleman, Drs.H. Sri Purnomo, M.Si., dengan pemukulan gong. Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya pengembangan kreativitas dari pelaku fashion butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Upaya pelaku fashion secara tidak langsung dapat mempromosikan potensi wisata dan produk-produk ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman. Bupati juga menyampaikan jika Sleman Fashion Festival merupakan salah satu wujud pengembangan dan dukungan fasilitasi dari Pemkab Sleman terhadap pengembangan fashion, desain dan produk batik lokal, lurik dan produk kreatif lainnya di Kabupaten Sleman.

Pada Sleman Fashion Festival 2019 ini juga dikukuhkan pengurus Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sleman yang dilantik oleh Bupati Sleman. Adapun struktur kepengurusan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sleman terdiri atas perangkat daerah, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, praktisi event dan media. Komite ini diharapkan mampu mengembangkan 16 sub sektor ekonomi kreatif dan mampu meningkatkan perekonomian pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman. Pada tanggal 2 s.d. 7 September 2019 ini Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sleman akan mengikuti ICCF di Ternate dan studi komparasi ke kota kreatif di Indonesia.

Berbagai kegiatan diadakan di Sleman Fashion Festival 2019 seperti seminar, workshop dan lomba-lomba. Berbagai acara seminar dan workshop diadakan seperti Seminar Millenary dengan pembicara Bpk. Goet Poespo, Seminar Motivasi dengan pembicara Motivator Nasional Andrie Wongso, Workshop Self Make Up dan Workshop Modest Fashion Hijab. Aneka lomba yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif juga diadakan di event ini seperti menggambar, mewarnai, yel-yel, modeling anak, rancang busana, fashion casual dan desain aksesoris. Adapun total hadiah yang diperebutkan dalam lomba-lomba tersebut sebesar 33 juta rupiah.

Fashion Show dihelat pada malam harinya dengan menampilkan karya kreatif desainer-desainer dari DIY dan sekitarnya. 50 model profesional dan 40 peraga dari kalangan perangkat daerah, BUMD, forkopimda dan militer turut berpartisipasi dalam Fashion Show Sleman Fashion Festival 2019. Berbagai keseruan dari event Sleman Fashion Festival 2019 dapat warganet saksikan di IG Story “SFF 2019” akun Instagram @wisatasleman.

Jelajah Wisata 2019, Rasakan Dingin dan Sejuknya Lereng Merapi

Kemeriahan Jelajah Wisata 2019

Event sport tourism unggulan di Sleman, Jelajah Wisata, kembali diadakan di tahun 2019 ini. Event Jelajah Wisata 2019 diadakan pada hari Minggu 25 Agustus 2019 dengan mengambil start dan finish di Bumi Perkemahan Bumi Merapi, Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman. Event ini telah diselenggarakan lebih dari sepuluh kali dan diselenggarakan setiap dua tahun.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra.Hj. Sudarningsih, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan jika Jelajah Wisata 2019 diikuti sebanyak 1.000 peserta. Tema yang diambil dari Jelajah Wisata 2019 adalah “Ngadem Sik” dengan mempertimbangkan hawa dingin di lokasi penyelenggaraan acara. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mensukseskan Jelajah Wisata 2019. Kepala Dinas Pariwisata juga menjanjikan Jelajah Wisata akan diselenggarakan kembali tahun 2020.

Peserta Jelajah Wisata 2019 dilepas oleh Wakil Bupati Sleman, Dra.Hj. Sri Muslimatun, M. Kes, dengan pengibasan bendera start. Sebelum melepas para peserta, Wakil Bupati Sleman membacakan sambutan dari Bupati Sleman, Drs.H. Sri Purnomo, M.Si., yang tidak dapat menghadiri acara. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan jika event Jelajah Wisata rutin diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dengan tujuan mengenalkan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman sebagai upaya mendekatkan pengunjung dengan berbagai pesona obyek wisata Sleman. Desa Wisata Tunggularum sengaja dipilih sebagai lokasi pelaksanaan acara karena disana peserta akan disuguhi pemandangan lereng Merapi yang asri, udara yang sejuk bebas polusi serta kehidupan masyarakat Jawa yang menarik bagi wisatawan. Bupati berharap para peserta setelah mengikuti acara ini bisa mempromosikan keindahan Sleman kepada saudara sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan di Sleman.

1.000 peserta Jelajah Wisata 2019 diajak treeking berkeliling kawasan lereng Merapi sejauh 7 km. Berbagai spot dilintasi oleh peserta seperti lapangan Merti Bumi, pertigaan Ngepal, bunker, termasuk napak tilas Kapten Hariyadi. Sepanjang perjalanan, peserta diminta untuk membubuhkan stempel di setiap posnya, menjawab kuis berhadiah dan memberikan dukungan SMS kepada Kampung Flory yang sedang mengikuti kompetisi Anugerah Pesona Indonesia 2019. Tak lupa peserta memanfaatkan beberapa spot untuk berfoto seperti di Bunker Desa Tunggularum.

Di lokasi finish, peserta disuguhi berbagai hiburan, games berhadiah dan doorprize yang disediakan oleh panitia. Bahkan seekor kambing diajak oleh pemiliknya untuk larut dalam kemeriahan Jelajah Wisata 2019. Berbagai hadiah doorprize mulai dari dua unit sepeda motor, sepeda, LED TV dan hadiah lainnya diundi untuk para peserta. Adapun yang beruntung memperoleh hadiah sepeda motor adalah Wahid dari Ngepring, Purwobinangun, Pakem dan Kustiyanti dari Jaten, Sendangadi, Mlati.(*)

Sleman Raih Gold Kategori Pariwisata di Indonesia’s Attractiveness Award 2019

Perwakilan Kabupaten Sleman menerima penghargaan di IAA 2019

Dunia pariwisata di Kabupaten Sleman pada tahun 2019 menorehkan satu prestasi, yakni penghargaan dengan predikat Gold di ajang Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2019. Penghargaan ini diterima selasa malam 23 Juli 2019 di Hotel Pullman Jakarta. Hadir menerima penghargaan tersebut adalah Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Suyono, SH, M.Hum.

Penghargaan tersebut diraih setelah Sleman berhasil meyakinkan tim juri IAA 2019 bahwa media sosial berperan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Sampai saat ini, akun instagram @wisatasleman menduduki peringkat tertinggi dalam jumlah follower diantara akun-akun instagram SKPD bidang pariwisata kabupaten/kota/daerah se-DIY. Selain media sosial, pengembangan aplikasi Amazing Sleman juga memudahkan wisatawan berkunjung ke Kabupaten Sleman dengan aman.

Berdasar data statistik yang terhimpun, pengaruh media sosial sangat terlihat pada peningkatan jumlah wisatawan pada destinasi buatan manusia (MICE dan olah raga). Beberapa waktu lalu, event Sleman Temple Run 2019 berhasil menjaring peserta dari 13 negara. Pendaftaran yang dibuka secara online dan ditutup 3 minggu sebelum acara masih dibanjiri pertanyaan dari calon peserta. Setelah selesai acara, event tersebut masih viral sampai hari ke-8 (di atas rerata event viral yang hanya 5 hari).

Ajang Indonesia’s Attractiveness Award adalah ajang penghargaan bergengsi yang digagas oleh Tempo Media Group bersama Frontier Consulting Group. Pariwisata adalah salah satu aspek yang dinilai dalam ajang bergengsi ini. Riset yang dilakukan melibatkan investor dan publik untuk memperoleh data mengenai daya tarik di beberapa sektor, salah satunya pariwisata, untuk tingkat kabupaten, kota dan provinsi di seluruh Indonesia.(*)

8 Destinasi Wisata di Sleman Masuk Nominasi Kompetisi ISTA Kemenpar 2019

8 Destinasi wisata di Kabupaten Sleman masuk nominasi Kompetisi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019. Adapun sebagian besar destinasi wisata yang menjadi nominasi adalah desa wisata.

Nyoman Rai Savitri, Kepala Bidang SDM Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, menyatakan bahwa Lomba ISTA ini adalah inisiatif dari Kementerian Pariwisata dalam rangka penerapan Sustainable Tourism Development. Diharapkan destinasi wisata yang mengikuti kompetisi ini akan mendapatkan pembelajaran dan masukan-masukan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada supaya destinasi wisata tersebut menjadi lebih maju dan kuat.

Kompetisi ISTA 2019 diikuti oleh sekitar 263 peserta yang selanjutnya menjalani proses seleksi administrasi hingga terpilih 37 peserta yang masuk nominasi. Dari 37 peserta yang menjadi nominasi untuk dilakukan visitasi oleh tim penilai dari Kementerian Pariwisata di Bulan Juli dan September 2019 ini, untuk kemudian terpilih 17 pemenang.

Dari 37 peserta yang menjalani proses visitasi tersebut, delapan diantaranya terdapat di Kabupaten Sleman. Destinasi wisata tersebut antara lain Desa Wisata Grogol, Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Garongan, Desa Wisata Blue Lagoon, Desa Wisata Gamplong, Desa Wisata Pulewulung, Kampung Flory dan Taman Tebing Breksi.

Kepala Bidang SDM Dinas Pariwisata Sleman juga berharap destinasi wisata yang megikuti kompetisi ini akan menjadi lebih dikenal oleh masyarakat. Selain itu, destinasi wisata tersebut akan memiliki tambahan pengalaman dalam mengikuti kompetisi ataupun penjurian.(*)