Beranda blog Halaman 40

Kenalkan Embung Sebagai Obyek Wisata di Tour De Merapi 2019

Bupati Sleman melepas peserta Tour De Merapi 2019

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan event motoran gembira Tour De Merapi 2019. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 21 Juli 2019 dengan mengambil start di Lapangan Pemda Sleman dan finish di Tlogo Putri Kaliurang. Adapun tema yang diangkat pada penyelenggaraan Tour De Merapi 2019 adalah Embung Wae Yoo.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra.Hj. Sudarningsih, M.Si. menyampaikan bahwa Tour De Merapi 2019 diikuti sebanyak 704 kendaraan dengan 1.408 peserta, termasuk 42 peserta dari kalangan perhotelan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyampaikan jika puluhan embung di Kabupaten Sleman tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan air dan pertanian, tetapi juga sebagai sarana Obyek Wisata. Karena itulah Tour De Merapi 2019 mengambil tema Embung Wae Yoo. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam penutup sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dari kalangan BUMD, Perhotelan dan Obyek Wisata yang telah mendukung penyelenggaraan acara Tour De Merapi 2019.

Peserta Tour de Merapi 2019 dilepas oleh Bupati Sleman, Drs.H. Sri Purnomo, M.Si., melalui pengibasan bendera. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan jika embung-embung di Sleman begitu besar manfaatnya bagi masyarakat. Embung tersebut digunakan untuk menjaga ketersediaan air baik ketika musim kemarau maupun musim hujan. Selain itu, embung juga digunakan sebagai obyek wisata bagi keluarga dengan bebagai aktivitas rekreasi seperti lari, jalan santai hingga bersepeda. Bupati juga menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya berbagai acara yang sebelumnya telah diadakan di Kabupaten Sleman seperti Sleman Temple Run 2019 dan Tour de Ambarrukmo 2019 yang telah membantu meramaikan industri pariwisata di Kabupaten Sleman.

Pada Tour De Merapi 2019 ini peserta dibawa mengelilingi tujuh embung. Mulai dari Embung Jetis Suruh (Donoharjo Ngaglik), Embung Banjarharjo (Bimomartani Ngemplak), Embung Tambak Boyo (Maguwoharjo Depok), Embung Donomulyo (Gancahan Gamping), Embung Tirto Agung (Ngino Seyegan), Embung Kaliaji (Wonokerto Turi) dan Tlogo Putri di Kawasan Kaliurang. Di setiap lokasi embungnya, peserta diharuskan untuk meminta cap stempel dari panitia yang bisa ditukarkan dengan kesempatan berhadiah. Di beberapa titik embung juga terdapat pementasan kesenian tradisional seperti di Embung Donomulyo dan Embung Kaliaji. Tak lupa peserta juga berfoto ria di setiap embung yang menjadi lokasi pemberian cap stempel.

Berbagai hadiah seperti Sepeda Motor, Notebook, Sepeda, Rice Cooker, LED TV, Kambing dan hadiah menarik lain disediakan oleh panitia dan sponsor untuk para peserta. Adapun pemenang dari hadiah utama Sepeda Motor adalah Fajar Rintoko dan Hariyanto. Selain hadiah, para peserta juga dihibur dengan orkes dangdut. Berbagai keseruan dan keceriaan di Tour De Merapi 2019 dapat warganet lihat di IG Story Album “TDM 2019” di akun instagram @wisatasleman.

Jelajah Wisata 2019

Setelah terakhir kali diadakan tahun 2017, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali mengadakan jelajah wisata di tahun 2019 ini. Adapun acara diselenggarakan pada:

📅 : Minggu, 25 Agustus 2019
🏁 : Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Sidorejo, Girikerto, Turi, Sleman

Pendaftaran : Rp 50.000,- dengan Doorprize utama 2 sepeda motor dan hadiah2 menarik lainnya. Pendaftaran sudah dibuka sejak tgl 22 Juli 2019 lalu s.d. 20 Agustus 2019 di lokasi yg tercantum pada poster publikasi.

Informasi lain terkait acara ini dapat dibaca pada poster publikasi yg terlampir. Yuuk ikuti acara ini, warganet sekalian akan diajak berkeliling sejauh 8km di kawasan desa wisata Tunggularum dan sekitarnya yg dingin dan sejuk serta ditemani embun sepanjang perjalanan, tidak jauh suasana lokasinya dengan penyelenggaraan tahun 2017.

Membayangkan deskripsi lokasinya saja udah enak apalagi lihat dokumentasi acara ini dua tahun lalu, membuat ingin untuk ikut.

Dukung Kampung Flory Di Anugerah Pesona Indonesia 2019

Kampung Flory, Nominasi Ekowisata Terpoluper APIAward2019

Kampung Flory, spot wisata yang terletak di Kabupaten Sleman dinominasikan sebagai Ekowisata Terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia 2019. Kami mengajak warga masyarakat dan warganet sekalian untuk mendukung Kampung Flory di ajang Anugerah Pesona Indonesia 2019 dengan cara:

  • SMS

Ketik API (spasi) 9D kirim ke 99386

  • Aplikasi PRAJA TV

– Download Aplikasi di Playstore PRAJATV
– Klik banner VOTE
– Pilih Kategori EKOWISATA TERPOPULER
– Pilih KAMPUNG FLORY (paling kiri urutan kedua dari atas)
– dan klik VOTE..!

Kirim sebanyak-banyaknya ya. Kontribusimu bakal mengangkat pariwisata dan perekonomian daerah lho.

Sleman Temple Run 2019, Lebih Bersahabat untuk Keluarga dan Pelari Pemula

Bupati Sleman melepas peserta kategori 13k Sleman Temple Run 2019

Event trail running menarik di dunia, Sleman Temple Run, kembali diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Sleman di tahun 2019 ini. Sleman Temple Run 2019 diselenggarakan pada tanggal 14 Juli 2019 dengan mengambil start dan finish di Candi Banyunibo. Pada event ini, para pelari diajak berlari mengelilingi dan memasuki kompleks candi-candi yang ada di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih M.Si, menyampaikan bahwa Sleman Temple Run pada tahun 2019 adalah penyelenggaran yang kelima kalinya sejak 2015. Tercatat 808 pelari, termasuk 25 pelari dari 12 negara luar negeri, berlari dan memperebutkan hadiah dengan total Rp 127.000.000,-. Jika penyelenggaraan Sleman Temple Run tahun sebelumnya melombakan kategori 13k dan 25k, pada tahun 2019 Sleman Temple Run melombakan tambahan kategori baru, 7k, untuk mengakomodasi para pelari pemula dan para keluarga yang ingin ikut berlari. Kepala Dinas Pariwisata Sleman juga menyampaikan bahwa para peserta Sleman Temple Run 2019 tidak hanya berlari melewati sekitar candi seperti pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, tetapi juga diajak berlari memasuki kompleks candi, seperti Candi Ijo, Candi Barong dan Candi Banyunibo.

Sleman Temple Run 2019 juga menarik perhatian Bupati Sleman, Drs.H. Sri Purnomo, M.S.I. Selain melepas peserta kategori 13k, Bupati yang juga hobi berlari pagi di Kompleks Pemkab Sleman ini juga ikut berlari di Kategori 13k. Dalam keterangannya, Bupati mengajak para pelari untuk terus mengikuti Sleman Temple Run pada tahun-tahun berikutnya yang dijamin akan lebih menarik lagi.

Sepanjang penyelenggaraan acara, pelari profesional dan pemula berbaur menjadi satu dan saling berlomba. Ruth Theresia, pelari profesional asal Bandung, selalu ambil bagian di Sleman Temple Run setiap tahunnya. Ruth yang pada tahun sebelumnya menempati posisi pertama di kategori Women’s 25k, tahun ini harus puas menempati posisi kedua dibawah pelari Kenya, Valentina, di kategori yang sama. Ruth menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini lebih menantang karena tanjakannya lebih banyak. Wanita yang dalam waktu dekat ini akan mengikuti kompetisi trail running internasional di Perancis ini juga berharap Sleman Temple Run pada tahun-tahun berikutnya tetap terus diselenggarakan dan lebih baik lagi.

Warganet sekalian dapat melihat keceriaan dan keseruan dari event Sleman Temple Run 2019 melalui story dengan judul “STR 2019” di akun instagram @wisatasleman. Terima kasih atas partisipasi peserta dan pihak-pihak lainnya dalam penyelenggaraan Sleman Temple Run 2019. Kita berjumpa lagi di Sleman Temple Run 2020 yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Juli 2020.(*)

Ratusan Pelajar Se-Sleman Ikuti Perkemahan Bakti Saka Pariwisata

Pembukaan Perkemahan Bakti Saka Pariwisata Kwarcab Sleman

Saka Pariwisata Kwartir Cabang Kabupaten Sleman untuk kedua kalinya mengadakan  Perkemahan Bakti Saka Pariwisata. Perkemahan yang diselenggarakan pada 28 s.d. 30 Juni ini mengambil tema “nJajah nDeso, dolan Sleman” dan diselenggarakan di Rintisan Desa Wisata Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Acara perkemahan ini adalah peluang bagi Saka Pariwisata Kwartir Cabang Sleman untuk mengembangkan Rintisan Desa Wisata Bromonilan melalui krida penyuluh
wisata, krida pemandu wisata, dan krida kuliner wisata. Berbagai kegiatan bakti masyarakat diselenggarakan untuk menerapkan komponen-kompenen yang terdapat dalam Syarat Kecakapan Khusus (SKK) masing-masing krida di saka pariwisata seperti aksi benah lingkungan dengan pembuatan photobooth, oncor, taman, dan resik Kali Kuning. 

Tercatat sebanyak 160 siswa se Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Perkemahan Bakti Saka Pariwisata ini. Selama penyelenggaraan acara perkemahan, para peserta diajarkan untuk berinteraksi dengan penduduk sekitar. Sehingga penduduk Rintisan Desa Wisata bisa berlatih jika ada pengunjung mengunjungi desanya. Selain itu, acara donor darah, pemberian materi kebudayaan seperti jemparingan, susur sungai, cerdas cermat pariwisata dan  lomba karawitan pelajar tingkat SMP/sederajat se Kabupaten Sleman juga diadakan untuk memeriahkan Perkemahan Bakti Saka Pariwisata.

Dinas Pariwisata Sleman Ikuti Penjurian IAA 2019

Sektor pariwisata adalah salah satu Pendapatan Asli Daerah yang seringkali memberikan kontribusi yang besar bagi suatu daerah. Daerah-daerah yang mampu menarik wisatawan nusantara ataupun wisatawan mancanegara akan mampu memberikan pemasukan yang besar sehingga meningkatkan pajak daerah dan menggairahkan ekonomi setempat baik sektor perdagangan, transportasi, akomodasi, dan lainnya.

Dengan memperhatikan berbagai latar belakang, salah satunya pariwisata, Frontier Consulting Group dan Tempo Media Group pada tahun 2019 ini melakukan pengukuran dan observasi terhadap daya tarik setiap daerah di Indonesia pada suatu ajang bertitel Indonesia’s Attractiveness Awards (IAA) . Keseluruhan pengukuran ini akan disebut Indonesia’s Attractiveness Index (IAI) yang diharapkan mampu memberikan gambaran daya tarik setiap kabupaten maupun tingkat provinsi. Pengukuran dan penyebaran hasil pengukuran ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kepala daerah akan pentingnya menjadikan daerah mereka sebagai tujuan pembangunan daerah dan memberikan inspirasi kepada kepala daerah guna membangun strategi-strategi yang lebih terarah dan jelas di masa depan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, sebagai salah satu stakeholder yang bertanggung jawab pada sektor pariwisata, mempresentasikan berbagai pencapaian sektor pariwisata kepada tim juri pada 25 Juni kemarin. Berbagai informasi dan pencapaian dalam sektor pariwisata dapat dibaca pada preview file pdf yang terlampir pada artikel ini dan dapat diunduh (di-download).

Tim juri mengapresiasi peran media sosial dalam meningkatkan wisatawan di Sleman. Sebagai informasi, akun media sosial instagram Dinas Priwisata Sleman @wisatasleman terhitung sejak 24 Juni 2019 telah memiliki pengikut (follower) sebanyak 20 ribu akun. Tim juri juga memberikan perhatian soal keragaman sebagai aset yang dapat dieksplorasi lebih jauh untuk peningkatan wisatawan.

Pada pelaksanaan IAA periode sebelumnya, Kabupaten Sleman meraih penghargaan Gold untuk sektor pariwisata. Semoga pada tahun ini Kabupaten Sleman mampu meraih pencapaian lebih baik di IAA pelaksanaan tahun ini.(*)

Download BAHAN PRESENTASI IAA 2019

Bahan-Presentasi-IAI-1

Belajar dan Bermain di Indahnya Alam Desa Wisata Plosokuning

Kedung Kuning, mini danau andalan Desa Wisata Plosokuning
Di kecamatan Turi Sleman, terdapat suatu desa wisata yang cukup intens mempromosikan potensinya di media sosial. Desa wisata tersebut adalah desa wisata Plosokuning. Desa ini lahir di tahun 1800-an masehi. Nama desa ini terinspirasi oleh pohon ploso yang berwarna kuning yang banyak tumbuh di persawahan petani desa tersebut saat desa ini didirikan.

Desa wisata Plosokuning terdiri atas daerah pertanian salak yang asri, berudara sejuk dan memiliki panorama alam yang indah dan menyenangkan. Desa wisata ini juga memiliki jalur sungai dengan air yang bening dan bersih. Aneka tebing yang indah seperti tebing lumut dan tebing selimut rumput yang indah akan dijumpai para pengunjung. Di Desa Wisata Plosokuning ini terdapat satu-satunya tebing warna-warni di Indonesia. Tidak hanya tebing dan aliran sungai, desa wisata Plosokuning juga memiliki potensi keindahan yang lain, yakni air terjun, situs-situs legenda dan sumur Panguripan.

Sebagai sebuah desa wisata, desa wisata Plosokuning memiliki satu icon yang menjadi titik akhir penyusuran tracking sungai, yakni Kedung Kuning yang memiliki berbagai macam permainan yang patut anda coba seperti jembatan goyang, air mancur, rakit getek bambu, egrang, dan lain-lain. Tak ketinggalan pula, berbagai spot foto disediakan oleh desa wisata Plosokuning supaya anda bisa eksis di media sosial. Selain itu, atraksi wisata lain seperti giat membatik, seni tari kubro, dan kegiatan praktek pertanian siap memanjakan pengunjung ketika berada di dewa wisata ini.

Desa wisata Plosokuning beralamat Plosokuning, Bangunkerto, Turi, Sleman, DIY. Narahubung 082125453339/081931776408 (WhatsApp)

Tour De Merapi 2019

Event motoran gembira paling seru di Sleman, Tour De Merapi, kembali diselenggarakan tahun 2019. Tagline dari penyelenggaraan tahun ini adalah Embung Wae Yoo

Acara akan diselenggarakan pada:

Tanggal : 21 Juli 2019
Start : Lap Pemda Sleman
Finish : Tlogo Putri Kaliurang

Pendaftaran : Rp 150.000,- sudah dapat fasilitas seperti Jaket, Nasi Kotak, Kaos, Asuransi. Pendaftaran dibuka dr 12 Juni s.d. 12 Juli 2019.

Dan rebut hadiah utama 2 Sepeda Motor dan berbagai barang elektronik lainnya. Info lebih lengkap dapat membaca informasi yang terdapat pada gambar publikasi.

Karena kuota peserta telah terpenuhi, pendaftaran DITUTUP. Sampai jumpa lagi di Lapangan Pemda ya.

Laporan Kunjungan Wisatawan Lebaran 2019 di Kabupaten Sleman

Kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman selama libur lebaran 2019 (periode 30
Mei-9 Juni 2019)
1. Prediksi kunjungan wisatawan
a. Pada libur lebaran kali ini periode libur sebelum lebaran lebih besar daripada
periode libur setelah lebaran. Periode libur sebelum lebaran adalah selama 6
hari (30 Mei 2019 – 4 Juni2019) dan periode libur setelah lebaran selama 4
hari (6-9 Juni 2019).
b. Diperkirakan jumlah kunjungan wisata selama libur lebaran (30 Mei 2019 – 9
Juni 2019) adalah sebesar 350.000-400.000 kunjungan.
2. Laporan kunjungan wisatawan
a. Berdasarkan hasil pemantauan di beberapa destinasi wisata yang ada di
Kabupaten Sleman dan jalan masuk/keluar, dapat disampaikan beberapa
informasi sebagai berikut:
1) Jumlah kunjungan wisatawan di destinasi wisata di Kabupaten Sleman
selama periode libur lebaran (1 – 9 Juni 2019) tercatat sebanyak
kunjungan 481.959 kunjungan
2) Data kunjungan wisatawan per destinasi periode 1 – 9 Juni 2019 adalah
sebagai berikut:
– Kawasan lereng Merapi (Kaliurang dan Kaliadem): 175.451 kunjungan
– Wahana rekreasi keluarga (termasuk di dalamnya Sindu Kusuma
Edupark, Jogja Bay Waterpark, Taman Alamanda, Jogja Exotarium,
Taman Pelangi) :114.140 kunjungan
– Candi : 105.248 kunjungan
– Tebing Breksi (termasuk Shiva Plateau Jeep) : 71.953 kunjungan
– Monumen Jogja Kembali : 11.214 kunjungan
– Sisanya sebanyak 3.953 kunjungan, tersebar di Blue Lagoon dan Lava
Bantal
3) Secara persentase, hampir 77,38% (setara dengan 372.930
wisatawan/pemudik) memenuhi destinasi wisata pada Hari H lebaran
sampai dengan H+3 lebaran. Puncak kunjungan di destinasi wisata terjadi
pada H+3 lebaran (8 Juni 2019), dengan total kunjungan mencapai
127.598 kunjungan.
4) Data kunjungan wisatawan per destinasi periode 5 – 8 Juni 2019 adalah
sebagai berikut:
– Kawasan lereng Merapi (Kaliurang dan Kaliadem): 103.797 kunjungan
– Candi : 80.965 kunjungan
– Wahana rekreasi keluarga (termasuk di dalamnya Sindu Kusuma
Edupark, Jogja Bay Waterpark, Taman Alamanda, Jogja Exotarium,
Taman Pelangi) :78.431 kunjungan
– Tebing Breksi (termasuk Shiva Plateau Jeep) : 55.351 kunjungan
– Monumen Jogja Kembali : 4.114 kunjungan
– Sisanya sebanyak 3.953 kunjungan, tersebar di Blue Lagoon dan Lava
Bantal
5) Khusus untuk Tebing Breksi, bila dibandingkan dengan kunjungan pada
Hari H lebaran sampai dengan H+3 lebaran tahun sebelumnya, terdapat
penurunan sebesar 27,49%, dari total 42.409 kunjungan pada tahun 2018
menjadi 30.751 kunjungan pada tahun 2019. Data kunjungan harian di
Tebing Breksi pada Hari H Lebaran sampai dengan H+3 lebaran dapat
dilihat pada Gambar berikut.


6) Bila dibandingkan dengan prediksi, maka kunjungan wisatawan di
destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada libur lebaran (30 Mei 2019 – 9
Juni 2019) melebihi target yang ditetapkan sebesar 120,49%

Karya Bakti Lebaran Saka Pariwisata Kwarda DIY

Karya Bakti Lebaran Saka Pariwisata Kwarda DIY

Salam Pramuka!

Jumat (31/05) merupakan Hari Pertama Karya Bakti Lebaran Saka Pariwisata Kwarda DIY termasuk Saka Pariwisata Sleman yang akan bertugas dari tanggal 31 Mei sampai dengan 9 Juni 2019.

Penugasan Saka Pariwisata dalam Karya Bakti ini meliputi Kampanye Sadar Wisata melalui aksi sapta pesona bersih lingkungan dan pemberian informasi destinasi wisata kepada wisatawan. Hadir dalam pembukaan kegiatan Kak Singgih Raharjo (Kepala Dinas Pariwisata DIY/Ketua Mabisaka Pariwisata Kwarda DIY) dan Kak Aria Nugrahadi (Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata/Pinsaka Pariwisata Kwarda DIY). Kak Singgih menuturkan “Kegiatan Saka Pariwisata sebagai pembawa pesan citra pariwisata yang positif, pesan tersebut terangkum dalam 7 elemen sapta pesona yang akan diterapkan selama karya bakti lebaran tahun ini dengan tagline #PesonaMudikJogja2019.” Kakak-kakak mari kita sucikan hari fitri yang akan datang dengan bijak dalam melakukan perjalanan wisata.