Event sporttourism unggulan di Sleman yang lainnya, Tour De Prambanan, akan kembali hadir di tahun 2019 ini. Event akan diselenggarakan pada:
📆 : Minggu, 27 Oktober 2019
📍 : Kompleks Candi Prambanan
Peserta akan diajak bersepeda mengelilingi empuknya aspal Sleman sepanjang 110 km. Ada beberapa kategori lomba yg dipertandingkan : KOM, men’s/women’s athlete dan men’s/women’s hobbies.
Pendaftaran bulan Juni ini sebesar 500k. Dan akan naik di bulan selanjutnya. Ada paket pendaftaran khusus juga lho bagi peserta yg ingin menginap di Hotel.
Para Peserta dan Juri Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019
Untuk ketiga kalinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan ajang Pemilihan Dimas Diajeng Cilik. Malam final Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019 diselenggarakan pada tanggal 26 April 2019 di Sleman City Hall.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si, dalam sambutannya menyatakan bahwa Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman adalah ajang Dimas Diajeng untuk anak satu-satunya di DIY bahkan Indonesia. Ajang yang diselenggarakan sejak 2015 ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Menurut Sudarningsih, Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019 diselenggarakan dengan tujuan mengenalkan dunia pariwisata dan budaya sejak usia dini. Selain itu, ajang ini diharapkan mampu menghasilkan generasi yang cinta tanah air, pariwisata dan budaya.
Acara malam final Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019 juga dihadiri oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri PUrnomo, M.S.I. Dalam sambutannya, Bupati menyambut baik ajang Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Kabupaten Sleman dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap Dinas Pariwisata atas terselenggaranya ajang ini. Selain itu, Bupati Sleman juga berharap para Dimas Diajeng baik cilik maupun dewasa untuk terus mengasah pengetahuan terkait pariwisata dan budaya di Kabupaten Sleman supaya mereka mampu menjelaskan kepada masyarakat betapa pentingnya dan nikmatnya berkunjung di Kabupaten Sleman.
Sebanyak 150 peserta mengikuti ajang Pemilihan Dimas Diajeng Cilik pada penyelenggaraan tahun 2019. Para peserta adalah anak-anak sekolah kelas 3 hingga 5 SD, bahkan ada peserta berusia tujuh tahun. Para peserta diseleksi dalam berbagai tes hingga terpilih 30 finalis.
Arkana (Kiri) dan Citra (Kanan), Dimas dan Diajeng Cilik Sleman 2019
Ketiga puluh finalis mengikuti berbagai materi mulai dari public speaking, kepariwisataan, kebudayaan dan bahasa asing. Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan berbagai profesi dengan kunjungan ke berbagai instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Sleman dan Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH). Tak lupa sebagai duta wisata, mereka juga diajak mengunjungi berbagai obyek wisata dan Desa Wisata seperti Monumen Jogja Kembali, Desa Wisata Garongan dan Desa Wisata Temon.
Pada malam final terpilihlah Arkana Danendra S. sebagai Dimas Cilik Sleman 2019 dan Citra Andisha Putri sebagai Diajeng Cilik Sleman 2019. Ajang Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman selanjutnya akan diselenggarakan pada tahun 2021.
Wakil Bupati Sleman membuka Jajal Jajanan Sleman 2019
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman kembali mengadakan event untuk para pecinta kuliner, Jajal Jajanan Sleman 2019. Event ini diadakan di Sleman City Hall 26 s.d. 28 April 2019. Sebanyak 25 kuliner legendaris Sleman turut ambil bagian dalam Jajal Jajanan Sleman 2019.
Aris Herbandang, S.IP., Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, mengatakan bahwa event ini adalah respon dari Dispar Sleman terhadap perkembangan dunia kuliner yang dinamis. Melalui event ini, Dispar berusaha mengenalkan berbagai kuliner legendaris di Sleman kepada generasi milenial dan masyarakat luas yang ingin bernostalgia dengan kuliner khas Sleman yang memiliki cerita tersendiri. Berbagai informasi terkait usaha kuliner di Jajal Jajanan Sleman dapat diakses oleh pengunjung dengan memindai QR code yang terpajang di stan peserta.
Selain itu, menurut Bandang, panggilan akrab Aris Herbandang, Jajal Jajanan Sleman juga dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti cooking competition, coffee competition dan tari punglor. Kompetisi memasak ini diikuti oleh chef-chef dari berbagai hotel, catering dan restoran di Kabupaten Sleman. Para chef ditantang untuk menciptakan menu masakan sehat dengan bahan dasar daun kelor dan terong. Daun Kelor dipilih dengan tujuan mengangkat kearifan lokal masyarakat dimana daun kelor dipercaya sebagai obat untuk diabetes dan asam urat. Pada event ini juga diadakan kompetisi Tari Punglor. Tari khas Sleman yang diciptakan oleh Mila Rosinta ini diperlombakan pada hari pertama pelaksanaan Jajal Jajanan Sleman 2019.
Event Jajal Jajanan Sleman ini dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, dr.Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, pada 26 April 2019 di Sleman City Hall. Pada acara pembukaan juga diberikan hadiah kepada pemenang lomba desa wisata yang diadakan oleh salah satu aplikasi ride sharing. Desa Wisata Sukunan (kategori tumbuh), Blue Lagoon (kategori berkembang) dan Tebing Breksi (kategori mandiri) terpilih sebagai pemenang untuk setiap kategorinya dan berhak mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 14.000.000,-. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan atraksi seni Tari Batik Sinom Parijotho, tari khas Sleman yang terilhami oleh kehidupan masyarakat lereng Merapi Sleman.
Mau coba Bebek Ngino khas Seyegan? Jadah Tempe Bacem khas Kaliurang? Kopi Merapi yang kemarin sempat dicicipi sama Boyband Super Junior? dan makanan enak lainnya khas Sleman?
Hadiri acara Jajal Jajanan Sleman 2019 yang akan diselenggarakan pada:
Tanggal : 26 s.d. 28 April 2019
Tempat : Sleman City Hall
Ada berbagai acara pendukung seperti Malam Final Pemilihan Dimas Diajeng Cilik, Lomba Tari Punglor, dan lain-lain. Kami menunggu kehadiran anda sekalian pada tanggal 26 di lokasi acara.
Halo Semua ..
Kali Ini Mila Art Dance School dan Dinas Pariwisata Kab. Sleman mengajak kamu untuk menari bersama Tari “Peksi Eka Kapti” ( Tari Punglor ) milik Kab. Sleman karya Mila Rosinta. Dalam rangkaian acara Festival Kuliner “ Jajal Jajanan Sleman 2019.
Menari akan dilakukan secara bersama dan serentak :
Jumat, 26 April 2019
09.30- selesai
Garden lantai 1 Sleman City Hall
Yuuu, daftarkan dirimu segera bersama teman2mu. Nah yg blm tau Tarian Peksi Eka Kapti seperti apa, bisa melihat tutorial tarian Peksi Eka Kapti di Link Youtube , atau bisa ikutan ada latihan bersama di Mila Art Dance School 22, 23, 24, 25 April 2019 jam 10 pagi.
A. PENDAFTARAN PESERTA
1. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan panitia ( dapat datang ke MAD School atau ke Dinas Pariwisata Kab Sleman.
2. Melampirkan fotokopi kartu pelajar atau identitas ( seluruh anggota wajib melampirkan )
3. Pendaftaran disertai formulir pendaftaran dan fotokopi kartu pelajar / Identitas
4. Pendaftaran peserta dibuka dari sejak 14 hingga 24 April 2019 ini diterima sampai technical meeting.
5. Pendaftaran bisa dilakukan secara Online Via WA di 0821 37666606 ( Endang )
B. KETENTUAN PESERTA
1. Peserta adalah Semua Umur
2. Lomba bersifat berkelompok, satu group terdiri dari 3-10 orang
3. Satu group diperbolehkan bercampur antara perempuan dan laki-laki.
C. PERATURAN LOMBA
1. Peserta wajib mengikuti technical meeting , jika peserta tidak hadir dianggap menyetujui seluruh ketentuan lomba.
2. Peserta melakukan registrasi ulang 15 menit sebelum perlombaan dimulai.
3. Peserta yang tidak melakukan registrasi ulang dinyatakan didiskualifikasi
4. Setiap peserta harus menaati peraturan yang ditentukan panitia.
D. PELAKSANAAN LOMBA
1. Technical Meeting dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Rabu, 24 April 2019
Waktu : 16.00 WIB
Tempat : Mila Art Dance School (Jln. Kaliurang KM 5,2 Karangwuni, Depok, Sleman, DIY. 55283 , TLP 082137666606 )
2. Lomba dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Jumat, 26 April 2019
Waktu : 09.30 – s/d selesai
Tempat : Garden Lantai 1 Sleman City Hall
3. Tarian yg ditarikan merupakan Tari Peksi Eka Kapti Milik Kab Sleman Karya Mila Rosinta
4. Kostum yg digunakan bebas, dapat dikreasikan sesuai kostum yang dimiliki masing-masing kelompok, wajib menggunakan sampur sebagai sayap burung.
5. Semua peserta akan menari bersama diwaktu yg sama.
6. Keputusan juri serta panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
E. KRITERIA PENILAIAN
1. Wiraga, Wirama, Wirasa
2. Kostum
3. Penyesuaikan gerakan dengan musik yang mengiringi
4. Kekompakan antar anggota
5. Kelincahan, kenyamanan , keluwesan
6. Ekspresi
7. Menaati peraturan panitia
F. HADIAH YANG DIPEREBUTKAN
Juara I : Sertifikat + Uang Pembinaan Rp 750.000
Juara II : Sertifikat + Uang Pembinaan Rp 500.000
Juara III : Sertifikat + Uang Pembinaan Rp 250.000
G. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
· Waktu Pendaftaran : 1 April – 24 April 2019
· Tempat Pendaftaran :
1. Mila Art Dance (Jln. Kaliurang KM 5,2 Karangwuni, Depok, Sleman, DIY. 55283 , TLP 082137666606)
2. Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ( Jalan KRT Pringgodiningrat No. 13, Tridadi, Sleman Yogyakarta, 55511 )
H. TUTORIAL TARI
Link Tutorial Tari Peksi Eka Kapti ( Tari Punglor :
Sabtu (23/03) Saka Pariwisata Sleman memperingati hari jadi Saka Pariwisata Sleman ke-5 dengan tajuk Pancawarsa Yasa Saka Pariwisata.
Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sapta Pesona 1.1. Dinas Pariwisata Sleman dengan dihadiri oleh Ketua Kwarcab Sleman beserta jajarannya, Unsur Mabisaka dan Pinsaka Pariwisata Sleman, Pamong Saka Pariwisata Kwarda DIY, Ketua Dewan Saka maupun DKR mitra kerja Saka Pariwisata Sleman, dan anggota Saka Pariwisata Sleman.
Kak Arif Haryono selaku Ketua Kwarcab Sleman mengungkapkan saya pantau saka ini adalah Saka teraktif, inovatif, dan kreatif di Sleman. Inilah pramuka milenial, pramuka yang mengikuti zaman. Sedangkan Kak Muhari selaku Pinsaka mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Saka Pariwisata Sleman di 5 tahun ini. Semoga kerjasama baik ini menjadikan saka pariwisata menjadi saka yang selalu rendah hati dan saling tolong menolong.
Panca Warsa Yasa Saka Pariwisata Sleman.
Terimakasih semua pihak yang telah mendukung Saka Pariwisata Kabupaten Sleman.
Personel Super Junior dan TVXQ di area parkir Candi Prambanan
Pekan ketiga Maret 2019, Kabupaten Sleman kedatangan tamu istimewa dari negeri ginseng Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung yang datang adalah beberapa personel dari boyband beken Super Junior dan TVXQ. Mereka yang datang diantaranya adalah Leeteuk, Donghae, Shindong dan Eunhyuk dari Super Junior serta Changmin dan Yunho dari TVXQ. Kedatangan mereka di Kabupaten Sleman adalah dalam rangka pengambilan gambar acara reality show Analog Trip.
Andre Setiawan, CEO Denis Production, menjelaskan bahwasannya kedatangan Super Junior dan TVXQ bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata di Indonesia melalui suatu acara reality show kepada dunia, terutama di Korea Selatan. Selain itu, Super Junior dan TVXQ sengaja dipilih sebagai bintang dalam acara reality show tersebut karena kedua boyband tersebut saat ini memiliki banyak follower dan viewer di media sosial, sehingga exposure yang dimunculkan akan sangat baik bagi Indonesia. Andre juga menambahkan bahwa acara Analog Trip dengan pengambilan gambar di Kabupaten Sleman ini menurut rencana akan ditayangkan pada bulan September 2019 di Youtube Premium dan Desember 2019 di SBS TV Korea Selatan.
Selama di Kabupaten Sleman, para superstar dari Korea Selatan tersebut mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman. Pada Kamis 21 Maret 2019 mereka mencoba untuk merasakan sensasi Jeep Lava Tour Merapi. Dan tak lupa, mereka juga mencicipi kuliner minuman khas merapi, Kopi Merapi. Sedangkan pada hari Minggu 24 Maret 2019 mereka mengunjungi Candi Prambanan. Mendengar kabar Candi Prambanan akan didatangi oleh Super Junior dan TVXQ, Kawasan Candi Prambanan menjadi cukup ramai dengan remaja putri yang ingin melihat idolanya. Kunjungan Super Junior dan TVXQ di Candi Prambanan diakhiri dengan jumpa fans singkat selama 10 menit di Lapangan Garuda Kompleks Candi Prambanan.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih atas promosi wisata yang dilakukan oleh superstar Korea Selatan Super Junior dan TVXQ. Semoga kunjungan ini mampu meningkatkan angka kunjungan wisata Kabupaten Sleman di tahun 2019 ini.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Ikatan Dimas Diajeng Kabupaten Sleman mengadakan perhelatan Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman (PDDCS) 2019. Seperti Pemilihan Dimas Diajeng Sleman (PDDS) yang diselenggarakan tahun lalu, PDDCS juga diadakan setiap dua tahun sekali. Bedanya PDDS diadakan pada tahun-tahun genap sedangkan PDDCS pada tahun-tahun ganjil.
Nyoman Rai Savitri, Kepala Bidang SDM Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, mengatakan perhelatan PDDCS 2019 adalah sebuah wadah bagi generasi muda di Sleman untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan positif, khususnya bidang pariwisata. PDDCS 2019 ini juga digunakan sebagai sarana untuk menguatkan Sapta Pesona Pariwisata di Kabupaten Sleman. Perhelatan yang digelar khusus untuk anak-anak ini diharapkan lebih mampu mengenalkan pariwisata dan budaya Sleman kepada anak-anak dan mampu memberikan bekal kepada para peserta supaya dapat menyebarkan spirit pariwisata kepada teman-teman mereka.
Rangkaian acara Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman telah dilaksanakan sejak bulan Januari 2019. Dimulai dari pendaftaran yang dibuka dari bulan Januari 2019 hingga 22 Februari 2019. Selanjutnya dilakukan tahapan seleksi tertulis pada tanggal 10 Maret 2019. Peserta yang lolos tes tertulis selanjutnya mengikuti tahapan tes wawancara dan unjuk bakat yang diadakan pada tanggal 17 Maret 2019 untuk menentukan 15 pasang finalis Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019. Hingga akhirnya, ke-15 pasang finalis PDDCS 2019 telah terpilih.
Ke-15 finalis PDDCS 2019 yang terpilih akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif hingga malam penobatan. Dimulai dari Sugeng Rawuh Party, mengikuti berbagai pembekalan dan pelatihan dan malam penobatan untuk mencari Dimas dan Diajeng Cilik Sleman 2019. Malam penobatan sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 26 April 2019 di Sleman City Hall.
10 Maret 2019, Komunitas Ubur-Ubur lari bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengadakan event spot tourism Volcano Run 2019. Event ini diselenggarakan di Museum Gunung Api Merapi dan mendapat dukungan penuh dari Tempo Media Group. Sebanyak 2.500 runners mengikuti event yang terbagi dalam tiga kategori: 5 km, 10 km dan 21 km, dan disuguhi pemandangan khas Merapi sepanjang perjalanan.
Handiwa Thariq, Ketua Panitia event Volcano Run, menuturkan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun komunitas Ubur-Ubur Lari yang pertama dan menyambut ulang tahun majalah Tempo yang ke-48. Event sport tourism ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi destinasi wisata Museum Gunung Api Merapi kepada para peserta. Handiwa juga menambahkan jika event ini adalah dukungan terhadap program sport tourism yang sedang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman yang apabila dikembangkan tidak hanya berdampak positif pada dunia pariwisata tetapi juga perekonomian masyarakat.
Event Volcano Run 2019 diikuti oleh para runners yang dimana 50% peserta berasal dari luar DIY. Termasuk istri Gubernur Jawa Tengah yang ikut berlari dan didampingi oleh suaminya, Ganjar Pranowo, yang sedang asyik bersepeda sepanjang acara. Sehabis berlari menempuh kiloan meter perjalanan, para peserta memperoleh finisher medal dan melakukan berbagai aktivitas, seperti mencoba berbagai kuliner yang tersedia di lokasi acara, mengunjungi Museum Gunung Api Merapi, bahkan ada peserta yang nge-vlog.
Turut hadir pula Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.S.I yang ikut berlari 5 kilometer. Tak lupa Bupati Sleman mengajak para runners seluruh Indonesia untuk mengikuti Sleman Temple Run 2019. Event yang akan diselenggaran 14 Juli 2019 di Candi Banyunibo ini adalah event yang sayang untuk dilewatkan dimana para runners akan berlari melewati berbagai candi peninggalan nenek moyang di kawasan Sleman. Informasi pendaftaran Sleman Temple Run 2019 akan dipublikasi di akun instagram @wisatasleman.
Warganet sekalian dapat melihat berbagai keceriaan di Volcano Run 2019 melalui instastory album di akun instagram @wisatasleman dengan judul “Volcano Run 2019”.